Pilot Pesawat Tempur AS Bakal Latihan 'Dog Fight' Secara Virtual

Pilot Pesawat Tempur AS Bakal Latihan 'Dog Fight' Secara Virtual

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 01 Okt 2020 19:46 WIB
F-22 Raptor
F-22 Raptor. Foto: Dok. Dephan AS
Jakarta -

Sebuah startup buatan mantan pilot pesawat tempur (fighter) AS bernama Dan Robinson tengah mengembangkan teknologi augmented reality (AR) untuk latihan tempur dengan pesawat lain (dog fight).

Teknologi ini menurut Robinson bisa meminimalkan biaya dan risiko latihan dibanding latihan yang konvensional. Menurutnya, sebuah F-22 Raptor membutuhkan biaya sebanyak USD 40 ribu untuk setiap jam terbangnya.

Ditambah lagi, dari 2013 sampai 2017 ada lebih dari 130 korban jiwa akibat latihan semacam ini, termasuk yang disebabkan oleh pesawat yang bersenggolan antara satu dan lainnya.

"Kita menghadapi lawan yang, Anda tahu, lebih superior dan juga teknologi yang seminimalnya setara dengan milik kita. Jika kita tidak takut, maka kita seharusnya takut," ujar Robinson.

Robinson sendiri adalah lulusan dari UK Fighter Weapons School, atau setara dengan program Top Gun milik US Navy. Ia mengaku mendapat ide dari game balapan virtual reality untuk membuat startupnya itu, yang bernama Red 6.

Awalnya ia memang punya ide untuk membuat pelatihan berbasis virtual reality (VR). Namun kemudian, menurutnya AR lebih masuk akal untuk pelatihan. Jadi menurutnya teknologi AR ini bisa membuat pilot tetap memantau situasi sekitarnya.

Bahkan Robinson pun mengajukan diri untuk menguji simulator berbasis AR-itu, di mana ia melihat pesawat musuh, sebuah SU-57, pesawat stealth milik Rusia yang bermanuver layaknya dog fight asli, demikian dikutip detikINET dari CBS News, Kamis (1/10/2020).

Hal semacam ini tentu sulit diwujudkan dalam dunia nyata, di mana AS bisa latihan tempur bersama Rusia. Ditambah lagi risiko kecelakaan yang bisa dihilangkan sama sekali.

"Kita sudah tahu dengan mimpi dan konsep tersebut, namun kita selalu diberitahu bahwa (mimpi) itu baru bisa terwujud bertahun-tahun ke depan. Dan akhirnya kita menyadari bahwa mimpi itu sudah terwujud sekarang," ujar Kolonel 'Laz' Gordon, wakil komandan di US Air Force 412th Test Wing.

Gordon pun menyadari risiko dan berbagai hambatan yang harus dihadapi untuk melakukan latihan dog fight secara langsung, termasuk risiko korban jiwa jika terjadi kecelakaan.

"Jika kita tidak berinovasi, kita akan kalah," ujar Gordon, yang jika semua berjalan sesuai rencana, ia dan timnya akan mulai pelatihan menggunakan sistem AR milik Red 6 mulai awal 2021 di kokpit pesawat latih tempur T-38.

Red 6 sendiri baru-baru ini mendapat suntikan dana dari Lockheed Martin Ventures, anak perusahaan dari Lockheed Martin Corporation, salah satu perusahaan pembuat pesawat tempur asal AS. Dana tersebut bakal dipakai untuk mengakselerasi pengembangan dan komersialisasi Airborne Tactical Augmented Reality System (ATARS) buatan Red 6.



Simak Video "Keren! Momen Fotografer Arahkan Pemotretan Pesawat Tempur di Udara"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)