Netizen Pro dan Kontra soal Usulan Pendidikan Militer di Indonesia

Netizen Pro dan Kontra soal Usulan Pendidikan Militer di Indonesia

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 17 Agu 2020 14:54 WIB
ilustrasi twitter
Ilustrasi Twitter. Foto: 9to5mac
Jakarta -

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto sedang menjajaki kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang dipimpin Nadiem Makarim. Tujuannya, agar mahasiswa bisa mengikuti program Bela Negara pada semester awal perkuliahan.

Merespons hal ini, suara netizen di media sosial seperti Twitter terpecah menjadi dua. Ada yang pro, ada pula yang kontra dengan usulan ini karena dianggap belum ada urgensi pendidikan militer untuk Indonesia saat ini.

"Mendingan pendidikan karakter aja gak sih? kek attitude, etika dll gitu lebih bermanfaat. pendidikan militer nih indonesia mau perang lagi bro?" ucap salah seorang netizen.

"Angka peminat Akmil, Bintara & Tamtama TNI masih teritung gede. Personil TNI jg jumlahnya 0.2% dr total populasi Indonesia. Jadi kalo nyuruh mahasiswa buat ikut pendidikan militer jg gak perlu. Gaada urgensinya. Org personil TNI kita terbanyak ke-12 di Dunia," sahut netizen lainnya.

Tak melulu kontra, ada juga yang menyambut baik usulan tersebut dan beranggapan bahwa ini bisa menjadi panduan untuk masyarakat Indonesia lebih sigap menghadapi berbagai kondisi termasuk bencana dan untuk pertahanan diri.

"Hm setuju sih, toh di artikelnya bukan 'wajib militer' tapi 'pendidikan' jadi ga melulu ttg latihan keras/perang, misal bisa ttg survive kl ada bencana jd tau dasar pertahanan/penyelamatan diri, & Indonesia pun mendukung bgt buat pemanfaatan alat/SDAnya dsb," komentar salah satu netizen.

Kalau menurut kalian bagaimana detikers, kalian termasuk yang kontra atau yang pro dengan usulan ini? Coba tuliskan pendapat kalian di kolom komentar ya!



Simak Video "Saat Politisi hingga Pemerintah Korea Selatan Soroti Drakor D.P."
[Gambas:Video 20detik]
(ask/rns)