SD di Depok Bikin Video Green Screen untuk Belajar Online

Perjuangan Belajar Online

SD di Depok Bikin Video Green Screen untuk Belajar Online

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Selasa, 11 Agu 2020 14:17 WIB
Guru SD Nasional Plus Tunas Iblam Depok Mengajar Pakai Green Screen
SD Tunas Iblam Depok Bikin Video Green Screen untuk Belajar Online (Foto: Fitraya Ramadhanny/detikcom)
Jakarta -

Belajar online tanpa tatap muka dengan guru menjadi tantangan saat pandemi Corona. Guru-guru sebuah SD di Depok pun membuat video green screen.

Itulah yang dilakukan SD Nasional Plus Tunas Iblam di Jl Raden Sanim, Tanah Baru, Depok. Pembelajaran online di masa PSBB membuat pihak sekolah memutar otak mencari metode yang paling efektif untuk mengajar.

"Kami bikin video pembelajaran sendiri, supaya anak-anak bisa menerima pelajaran dengan mudah," kata Kepala Sekolah SD Nasional Plus Tunas Iblam, Rani Ika Apriliyani kepada detikINET, Selasa (11/8/2020).

Mengajar anak SD, apalagi kelas 1 tentu butuh perhatian khusus. Pihak sekolah menyadari betapa para siswa juga butuh melihat wajah gurunya ketika mengajar. Jika hanya menampilkan materi pelajaran dan suara gurunya, hal itu dirasakan masih kurang optimal untuk anak-anak yang belajar di rumah.

"Pas awal pandemi, kita pernah coba cari video yang sudah ada di internet. Tapi anak-anak kurang suka dan kurang paham. Jadi di tahun ajaran baru ini kita pakai video sendiri," kata Rani.

Bagaimana caranya? Guru-guru menyiapkan modul pembelajaran, lalu membuat power point. Kemudian mereka syuting dengan layar green screen. Syuting menggunakan ruang kelas yang memang kosong karena siswa belajar online.

Videonya lalu diedit dan menggabungkan gambar presentasi dengan wajah gurunya sedang menjelaskan pelajaran. Yang patut diacungi jempol, semua dikerjakan memakai peralatan yang ada di sekolah, dan editor video dari tim IT sekolah tanpa melibatkan pihak luar.

Guru SD Nasional Plus Tunas Iblam Depok Mengajar Pakai Green ScreenHasil akhir video green screen yang diterima siswa (Screenshoot)

Setelah jadi, videonya ditaruh di Google Drive. Linknya disebar ke grup WhatsApp orangtua murid dan guru. Video ini melengkapi metode pengajaran lewat Zoom, video call WhatsApp dan pengumpulan tugas lewat Google Classroom serta kunjungan guru ke rumah.

"Sampai saat ini setelah sebulan berjalan, kami sudah membuat sekitar 96 video pengajaran untuk kelas 1-6," kata Rani.

Rani mengatakan pada awalnya ini menjadi tantangan. Guru yang biasa mengajar di kelas, mendadak menjadi presenter di depan kamera. Tentu rasanya berbeda dan perlu beberapa kali take gambar supaya hasilnya sempurna.

"Anak-anak dan orangtua siswa lebih suka kalau gurunya kelihatan. Guru pun sebenarnya lebih suka bertemu langsung dengan siswa," imbuhnya.

Para guru syuting bergantian dengan memanfaatkan waktu ketika para siswa mengerjakan tugas secara luring. Ke depannya, pihak sekolah ingin merancang aplikasi yang menampilkan semua video yang sudah mereka bikin.

Rani mengatakan, untuk saat ini, inilah yang paling optimal bisa mereka lakukan. Rani mengharapkan kekompakan guru, orangtua dan murid agar belajar online saat pandemi bisa maksimal. Hal ini pun diamini Wakepsek Kesiswaan SD Nasional Plus Tunas Iblam, Kartini.

"Meskipun PSBB, harapannya kita bisa terus memotivasi anak-anak untuk tetap semangat belajar," kata Kartini.

Guru SD Nasional Plus Tunas Iblam Depok Mengajar Pakai Green ScreenKepsek Rani (kiri) dan Wakepsek Kartini (kanan) (Fitraya Ramadhanny/detikcom)


Simak Video "Video Kegigihan Anak Pulau Ikuti Belajar Online Raih Penghargaan"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)