Cara Gojek Tingkatkan Daya Tahan Jutaan UMKM di Tengah Pandemi

Cara Gojek Tingkatkan Daya Tahan Jutaan UMKM di Tengah Pandemi

Angga Laraspati - detikInet
Rabu, 05 Agu 2020 14:30 WIB
Gojek
Foto: Dok. Gojek
Jakarta -

Serangan pandemi COVID-19 terhadap ekonomi Indonesia memang tak pandang bulu. Bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pun diprediksi melemah secara signifikan, bahkan bisa berkontraksi. Semua sektor terkena dampak pandemi ini, mulai dari manufaktur hingga perusahaan besar bahkan harus dibuat gigit jari akibat cash flow yang tak menentu, tak terkecuali usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) yang menjadi entitas bisnis di Indonesia.

Namun bukan berarti Pemerintah dan juga berbagai lembaga baik swasta maupun masyarakat tinggal diam. Segala upaya dilakukan untuk menjaga arus ekonomi, khususnya para pelaku UMKM untuk dapat bertahan di masa pandemi ini, salah satunya lewat digitalisasi. Ini juga yang dilakukan oleh Gojek yang telah mendorong lebih dari 120.000 UMKM tradisional untuk lebih cepat berevolusi menjadi usaha digital sehingga bisa beradaptasi di masa pandemi COVID-19.

Sebuah riset terbaru dari Lembaga Demografi (LED) FEB UI mengungkapkan sekitar jutaan UMKM dan pengusaha mandiri lainnya bisa bertahan di situasi pandemi COVID-19 karena berada di ekosistem Gojek. Riset tersebut juga memaparkan kontribusi Gojek kepada perekonomian nasional yang mencapai Rp 104,6 triliun pada tahun 2019.

Angka tersebut merupakan peningkatan dari kontribusi Gojek pada 2018 yang mencapai Rp 55,1 triliun. Apabila menggunakan metode perhitungan pendapatan domestik bruto (PDB), nilai produksi di ekosistem digital Gojek selama tahun 2019 setara dengan 1% PDB nasional Indonesia. Hasil riset LD FEB UI menunjukkan bagaimana Gojek memudahkan UMKM untuk migrasi dari offline ke ranah online.

Sebanyak 40% UMKM yang disurvei baru bergabung dengan GoFood sejak Maret 2020 atau saat masa pandemi, yang mana sebanyak 94% berskala mikro dan 43% berupa bisnis pemula. Mitra UMKM juga menganggap mereka bisa beradaptasi di situasi pandemi.

GojekFoto: Gojek

Sebanyak 92% mitra UMKM GoFood, 97% mitra UMKM social seller pengguna GoSend, dan 89% mitra UMKM GoPay melaporkan mampu beradaptasi selama pandemi dengan menjadi mitra Gojek. 90% UMKM juga cenderung optimis dapat pulih dan tumbuh.

Peneliti LD FEB UI Alfindra Primaldhi menyatakan riset ini menunjukkan kelanjutan peran positif Gojek kepada Indonesia. Ini dapat dilihat dari peran ekosistem ekonomi digital dalam membantu UMKM, khususnya usaha mikro, untuk bertahan di masa pandemi. Kondisi pandemi ini memang menguji resiliensi (ketahanan), dan kemampuan adaptasi para pelaku usaha di masa krisis.

"Salah satu adaptasi tersebut adalah mengubah usaha tradisional menjadi usaha digital. Para pelaku usaha juga cukup realistis melihat dampak panjang dari pandemi, namun mereka juga tetap optimis dengan berada dalam suatu ekosistem digital, usaha mereka dapat tetap tumbuh ke depannya, dan penghasilan mereka kembali seperti sebelum pandemi," imbuh Alfindra dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2020).

Alfindra menambahkan, riset ini juga menunjukkan sektor swasta turut terkena dampak dari pandemi. Proporsi mitra GoFood baru yang berasal dari pegawai swasta adalah sebesar 24%, sedangkan sebelum pandemi proporsi mitra dari pegawai swasta hanya 18%.

Selain itu, mitra yang tidak punya pengalaman usaha sebelumnya meningkat hampir dua kali lipat menjadi 43% dibandingkan pendaftar sebelum pandemi.

"Maka, tampak bahwa usaha kuliner menjadi sumber penghasilan alternatif bagi orang-orang yang kehilangan, atau mengalami penurunan penghasilan selama pandemi. Keberadaan ekosistem ekonomi digital seperti Gojek mempermudah akses bagi pengusaha pemula," jelas Alfindra.

Lebih lanjut, mitra Gojek menganggap solusi teknologi dan non teknologi dari Gojek membantu keberlangsungan usaha mereka. Hal ini dapat dilihat dari mitra UMKM yang merasakan manfaat dari fitur teknologi pengaturan promosi mandiri (68%) dan periode promosi (51%).

Seperti yang dirasakan oleh salah satu mitra GoFood, Bagas yang memiliki usaha Susu Sedunia. Dirinya mengatakan menjadi mitra GoFood sangat membantu bisnisnya, setidaknya 60% penjualan usahanya berasal dari GoFood. Dari awal bergabung dengan GoFood pun penjualan terus meningkat. Kini, usaha Susu Sedunia milik Bagas sudah mempunyai 20 mitra yang tersebar di Pulau Jawa.

"Melihat daya beli masyarakat yang menurun, saya membuat promo serba Rp 10 ribu, yang juga dimasukan ke dalam menu GoFood, dengan adanya promo ini, penjualan kembali meningkat bahkan kerap kali produknya sudah sold out sebelum jam operasional ditutup," ungkap Bagas

"Saya bersyukur dengan adanya GoFood yang mendukung UMKM ini dia bisa terus bertahan dan meningkatkan penjualannya," tambahnya.

Sementara itu, mitra UMKM social sellers pengguna GoSend juga sangat merasakan manfaat dari fitur layanan GoSend dalam Kota (77%) dan layanan GoSend antar kota (32%). Sedangkan untuk mitra UMKM GoPay sebanyak 75% merasakan manfaat dari fitur penerimaan pembayaran non tunai dan 49% merasakan manfaat dari aplikasi GoBiz.

Adapun dalam waktu kurang dari 3 bulan, UMKM yang baru bergabung di ekosistem Gojek mendapatkan keterampilan baru yaitu skill berjualan online (77%), pemanfaatan media sosial untuk bisnis (48%), dan kreativitas dalam pemasaran (45%).

Di sisi lain, Wakil Kepala LD FEB UI, Dr. Paksi C.K Walandouw mengatakan kontribusi Gojek di tahun 2019 terdiri dari kontribusi mitra Gojek secara langsung dari layanan GoFood, GoPay GoSend, GoCar dan GoRide sebesar Rp 87,1 triliun.

Paksi menambahkan, keberadaan Gojek di sebuah kota juga menimbulkan efek domino terhadap sektor-sektor UMKM yang berada di luar ekosistem Gojek. Dampak multiplier, atau kontribusi tidak langsung Gojek pada ekonomi Indonesia di tahun 2019, mencapai Rp 17,5 triliun; yang dihitung dari selisih pendapatan UMKM di luar ekosistem Gojek sebelum dan setelah Gojek mulai beroperasi di sebuah kota.

"Mayoritas (86%) UMKM di luar ekosistem Gojek seperti bengkel dan pedagang pasar mengalami peningkatan volume transaksi setelah ada Gojek di kotanya. Yang menarik adalah, lebih dari sepertiga UMKM (33%) mengaku bisa membuka cabang usaha baru setelah ada Gojek di kotanya. Ini artinya keberadaan platform digital di sebuah kota bisa membuat roda ekonomi bergerak semakin cepat," ujar Paksi.

Riset LD FEB UI ini dilakukan di Jabodetabek, Medan, Palembang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Makassar dengan menggunakan metode kuantitatif melalui wawancara tatap muka. Sedangkan untuk riset di masa pandemi COVID-19 dilakukan melalui survei online di wilayah yang sama.



Simak Video "Dapur Bersama GoFood: Pedagang Tinggal Datang, Tanpa Biaya Sewa"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/fay)