50% Pelanggan Gojek Naik GoRide untuk Jangkau Transportasi Publik

50% Pelanggan Gojek Naik GoRide untuk Jangkau Transportasi Publik

Abu Ubaidillah - detikInet
Rabu, 05 Agu 2020 10:08 WIB
goride
Foto: dok Gojek
Jakarta -

Super app terdepan di Asia Tenggara, Gojek memiliki peranan penting dalam menciptakan sistem pengelolaan transportasi terpadu. Salah satu bentuk nyatanya adalah jumlah pengguna Gojek yang dilayani dari dan menuju titik penghubung transportasi publik yang bertambah pesat 46% tiap tahunnya.

Gojek menyebut 1 dari 2 pelanggannya di Jabodetabek menggunakan transportasi untuk menjangkau hub transportasi publik. Sehingga, menurut analisis data internal Gojek, posisi GoRide dan GoCar menguat sebagai layanan yang paling diandalkan sebagai moda penghubung awal dan akhir perjalanan (first-mile-last-mile) bagi pengguna transportasi publik, khususnya di Jabodetabek.

Analisis data internal Gojek atas penggunaan layanan GoRide dan GoCar selama tahun 2019 juga menunjukkan tingginya kontribusi layanan transportasi online aplikasi karya anak bangsa tersebut terhadap tingkat penggunaan transportasi publik. Dalam penelitian ditemukan bahwa 11 lokasi yang paling sering menjadi titik asal dan tujuan pada layanan Gojek di Jabodetabek seluruhnya adalah stasiun KRL dan stasiun jarak jauh.

Kesebelas stasiun tersebut adalah Stasiun Bekasi, Stasiun Tanahabang, Manggarai, Tebet, Palmerah, Rawa Buntu, Bogor, Gondangdia. Kebayoran, Depok Baru, dan Gambir, mengalahkan tujuan atau titik berangkat lainnya seperti mal, kantor dan lokasi lainnya.

Head of Transport Gojek Group, Raditya Wibowo mengatakan hasil analisis data tersebut menunjukkan kehadiran layanan GoRide dan GoCar telah menjadi bagian tak terpisahkan yang mengintegrasi transportasi publik guna memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.

Menurutnya, hal tersebut juga diperkuat dengan fakta bahwa tingkat penggunaan layanan Goride dan GoCar mendorong peningkatan jumlah penumpang MRT sejak kereta cepat tersebut mulai beroperasi pada Maret 2019.

"Hasil analisis data internal kami menunjukkan bahwa perjalanan dengan GoRide dan GoCar meningkat hingga 550% (atau 65x) sejak MRT pertama kali resmi beroperasi," sambungnya dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2020).

Untuk meningkatkan integrasi transportasi multimedia, pihaknya juga menghadirkan solusi teknologi khusus yang dinamakan GoTransit.

"Untuk meningkatkan integrasi transportasi multimoda, Gojek juga telah menghadirkan solusi teknologi GoTransit. Solusi ini membantu pengguna kami untuk merencanakan dan memantau perjalanan dari/ke berbagai titik hub transportasi publik melalui rekomendasi rute terintegrasi dan informasi operasional," ujar Raditya.

Raditya mengatakan nantinya layanan GoTransit ini akan memungkinkan pemesanan maupun pembelian tiket transportasi multimoda. Pihaknya percaya perjalanan yang lebih terhubung bisa membuat masyarakat lebih merasa nyaman menggunakan transportasi publik dan hal tersebut memperkuat fakta bahwa Gojek dan transportasi publik memiliki hubungan yang saling menguntungkan.

Beberapa waktu lalu, sebagai bagian dari kerjasama strategis Gojek dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian BUMN dan Kementrian Perhubungan, untuk memperkuat integrasi transportasi di Jakarta, Gojek menghadirkan GoRide Instan di empat stasiun terpadu yaitu Stasiun Tanah Abang, Sudirman, Juanda dan Pasar Senen. Inovasi dan kolaborasi tersebut merupakan diakui Gojek sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah menghadirkan layanan transportasi yang terintegrasi.

Selain itu, Raditya juga menyebut bahwa keamanan dan keselamatan pengguna Gojek tetap menjadi prioritas utama, oleh karena itu pihaknya telah memiliki 35 Zona NyAman J3K (Jaga Keamanan, Jaga Kesehatan, dan Jaga Kebersihan) di berbagai kota termasuk di Jabodetabek.

"Di sini, terdapat pengukuran suhu tubuh bagi pelanggan dan mitra driver, pengelolaan antrian dengan prinsip physical distancing, penyediaan hand sanitizer dan hairnet, serta distribusi masker gratis untuk pengguna yang belum membawanya. Gojek adalah aplikasi on-demand pertama yang memiliki layanan kesehatan ini untuk konsumen," urainya.
Sebagai informasi, data internal Gojek juga menyatakan penghematan waktu tempuh sebanyak 40% juga ditemukan di berbagai titik hubung transportasi publik seperti stasiun MRT, KRL, dan Transjakarta dengan menggunakan GoRide dan GoCar sebagai penghubung transportasi.

Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia Pusat, Harya S. Dillon mengatakan berdasarkan penelitian yang dia lakukan setelah pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, kepercayaan penggunaan ojek online seperti Gojek pada masa adaptasi kebiasaan baru mencapai hingga 45% dari total pengguna aktif transportasi publik, ini menduduki tingkat pertama dibandingkan pilihan transportasi lainnya.
"Total pengguna ojek online tersebut setidaknya mendukung hampir 66.2% total responden untuk tetap mau menggunakan transportasi publik," imbuhnya.

Menurutnya, kehadiran transportasi online memberikan nilai lebih yang sebelumnya didapat dari transportasi pribadi. Hal ini harus dimaksimalkan melalui integrasi antarmoda sebagai segmen sarana penghubung awal dan akhir perjalanan (first-mile-last-mile).
"Integrasi ini akan membuat pengguna transportasi publik dapat melakukan perjalanan secara mulus, tuntas dengan minim kendaraan pribadi," katanya.

Menurut Harya, penelitian telah menunjukkan bahwa angkutan ojek online telah difungsikan oleh pengguna sebagai penghubung akhir dan awal perjalanan (first mile - last mile) sehingga mendekati terjadinya pengalaman perjalanan yang mulus dan tuntas tanpa kendaraan pribadi.

Oleh karena itu, Harya berpendapat bahwa kolaborasi strategis antara pemerintah, pemerintah daerah dan penyedia layanan transportasi online perlu terus dilakukan terutama dari segi integrasi antarmoda sebagai upaya untuk terus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Sementara itu, riset yang dilakukan oleh Pengajar di Fakultas Teknik UGM dan Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Muhammad Zudhy Irawan menyebut keberadaan transportasi online menjadi pelengkap dari transportasi publik.

Di dalam riset yang dilakukan pada Januari 2020 tersebut juga dikatakan meski sebagian besar pengguna transportasi publik menggunakan 2 layanan transportasi online sekaligus, namun pengguna setia Gojek 2,5 kali lebih banyak dari kompetitor terdekat. Dikatakan, Gojek unggul dalam sisi ketersediaan driver, perilaku driver ke pengguna layanan, kemudahan penggunaan aplikasi, serta keamanan dan keselamatan.



Simak Video "Gojek Kembangkan Teknologi Verifikasi Wajah untuk Keamanan Driver"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/fay)