Twitter Survei Pengguna Soal Fitur Layanan Berbayar

Twitter Survei Pengguna Soal Fitur Layanan Berbayar

Virgina Maulita Putri - detikInet
Minggu, 02 Agu 2020 08:59 WIB
A 3D-printed logo for Twitter is seen in this picture illustration on January 26, 2016.  REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo
Twitter Survei Pengguna Soal Fitur di Layanan Berbayar Foto: Reuters
Jakarta -

Beberapa waktu yang lalu CEO Twitter Jack Dorsey membenarkan bahwa perusahaannya akan menawarkan layanan berbayar. Kini media sosial berlogo burung itu sedang melakukan survei untuk bertanya kepada pengguna fitur apa yang ingin mereka dapatkan di layanan berbayar ini.

Beberapa pengguna telah melaporkan menerima survei ini, termasuk jurnalis Andrew Roth. Lewat sebuah utas, Roth memperlihatkan beragam fitur yang kemungkinan akan hadir di layanan berlanggan Twitter.

Dikutip detikINET dari The Verge, Minggu (2/8/2020) beberapa fitur yang ditampilkan dalam survei tersebut antara lain opsi untuk undo cuitan yang sudah dikirimkan dan kemampuan untuk mengunggah video dengan durasi lebih panjang dan dengan resolusi lebih tinggi.

Pengguna yang menerima survei ini diminta untuk memilih fitur yang menurut mereka paling penting dan kurang penting.

Daftar lengkap calon fitur-fitur di Twitter versi berbayar ini termasuk:

- 'Tombol undo' yang memungkinkan pengguna untuk menarik kembali cuitan yang telah dikirim dengan jeda 30 detik, yang terdengar mirip seperti tombol undo di Gmail.

- Warna custom di aplikasi dan situs Twitter.

- Kemampuan untuk mengunggah video yang lebih panjang dan resolusi lebih tinggi.

- Badge khusus untuk profil, misalnya jurnalis bisa mendapatkan badge yang memperlihatkan media tempatnya bekerja.

- Respons otomatis yang bisa dipilih untuk memberi balasan lebih cepat.

- Fitur cari kerja yang memungkinkan perusahaan untuk mengunggah lowongan kerja dan terhubung dengan calon kandidat.

- Stiker dan hashtag custom.

- Insight untuk akun lain yang bisa memperlihatkan interaksi pengguna dengan pengguna lainnya.

- 'User roles' yang memungkinkan organisasi besar atau bisnis untuk memberikan akun perusahaan kepada admin tanpa harus berbagi password.

- Iklan yang lebih sedikit atau tidak sama sekali.

Twitter sepertinya juga khawatir akan ada pengguna yang akan kontra dengan layanan berbayar ini karena akan membatasi fitur-fitur di atas hanya untuk pengguna berbayar.

Sebagian dari survei tersebut dikhususkan untuk bertanya apakah pengguna khawatir layanan ini akan mencederai posisi Twitter sebagai platform terbuka atau membuat percakapan menjadi lebih condong ke pengguna berbayar.

Rumor layanan berlangganan Twitter sudah berhembus sejak muncul lowongan pekerjaan untuk tim baru bernama Gryphon yang akan membangun platform berlangganan untuk perusahaan.

CEO Twitter Jack Dorsey kemudian mengonfirmasi hal ini dan mengatakan saat ini penjajakan masih berada di tahap awal. Layanan berlangganan ini akan menjadi saluran cuan baru bagi Twitter yang pendapatannya menurun di kuartal ini.



Simak Video "Bos Twitter akan Uji Coba Layanan Berbayar di Platform-nya"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)