Kevin Systrom Sempat Takut Zuckerberg Hancurkan Instagram

Kevin Systrom Sempat Takut Zuckerberg Hancurkan Instagram

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 30 Jul 2020 15:40 WIB
Kevin Systrom
Pendiri Instagram Kevin Systrom. Foto: Istimewa
Jakarta -

Pendiri Instagram Kevin Systrom sempat takut Mark Zuckerberg akan menghancurkan Instagram jika ia menolak menjualnya ke Facebook. Hal ini terungkap dalam fakta di persidangan terkait antimonopoli yang sedang dijalani Zuck.

Zuck dan tim pengacaranya saat ini sedang berupaya keras meyakinkan regulator bahwa akusisi Facebook terhadap Instagram dan mengkloning produk serta fitur kompetitor bukanlah perilaku monopoli.

Dalam proses persidangan, terungkap bahwa ketika Zuck pertama kali menyatakan ketertarikannya membeli Instagram di 2012, Systrom tampak ragu mengenai masa depan aplikasi yang dikembangkannya jika memilih tetap independen.

"Apakah (Zuck) akan menghancurkan (Instagram) jika saya menolak (terhadap akuisisi)," tanya Systrom dalam pesan instant yang ditujukan pada Matt Cohler dari Benchmark Capital, menurut dokumen yang dipublikasikan Dewan Komite Kehakiman sebagai bagian dari sidang antimonopoli pekan ini.

"Mungkin saja," balas Cohler yang juga merupakan seorang karyawan awal Facebook dan menjadi pemodal yang berinvestasi di Instagram.

Cohler juga saat itu memperingatkan bahwa Zuckerberg pasti tahu kalau Instagram sebagai startup saat ini sedang getol mengumpulkan pendanaan. "Dia mungkin akan bertindak keras," kata Cohler.

Systrom dan Cohler kemudian menyusun strategi mengenai cara terbaik merespons Zuck, menimbang pilihan untuk bermain aman, dan mengatakan bahwa Instagram tidak akan cocok atau bisa berhasil jika berada di ekosistem Facebook.

Ada dua hal yang mereka sama-sama sepaham, pertama adalah Zuck khawatir Instagram keburu dibeli oleh Twitter, hal kedua adalah mereka sendiri khawatir Zuck berusaha menghancurkan Instagram jika menolak untuk menjualnya.

Namun pada akhirnya, Systrom dan Cohler menyimpulkan bahwa Instagram perlu terus mengumpulkan pendanaan, sambil mereka meyakinkan Zuck bahwa Instagram bukan ancaman bagi Facebook.

"Mark tidak bereaksi secara emosional, dia bereaksi berdasarkan kompetisi. Itu sebabnya saya pikir dengan memberi sinyal tidak ada kompetisi akan bagus," kata Systrom.

Facebook akhirnya mendapatkan jalan untuk memiliki Instagram dalam dua bulan setelah menghubungi. Raksasa jejaring sosial ini membeli Instagram USD 1 miliar pada April 2012.

Harga tersebut memang terbilang fantastis saat itu, tapi pembelian Instagram terbukti menguntungkan bagi Facebook. Tahun lalu saja, Instagram menyumbang pendapatan USD 20 miliar untuk Facebook.

Akuisisi terhadap Instagram sejak saat itu disoroti regulator dan politisi yang berpendapat Facebook melakukan praktik monopoli. Dalam persidangan pekan ini, Zuck dihujani berbagai pertanyaan tentang topik tersebut.

Merespons hal itu, Zuck berulang kali meyakinkan regulator bahwa Facebook masih menghadapi banyak persaingan dan sama sekali tidak memonopoli persaingan layanan media sosial.

"Kalau berbicara layanan pesan paling populer di AS, ada iMessage. Aplikasi dengan pertumbuhan tercepat, TikTok. Aplikasi video paling populer, YouTube. Platform iklan yang paling cepat berkembang, Amazon. Platform iklan terbesar adalah Google. Dan untuk setiap dolar yang dihabiskan untuk iklan di AS, kurang dari 10 sen-nya baru dihabiskan ke platform kami," kata Zuck membela diri di hadapan anggota parlemen.

Namun tetap saja, komite saat ini mengorek sebanyak mungkin dokumen dari Facebook dan perusahaan lain sebagai bagian dari penyelidikan antimonopoli, termasuk email Zuck yang mengatakan dirinya memandang Instagram sebagai ancaman signifikan terhadap bisnis Facebook sebelum mengakuisisinya.



Simak Video "Mark Zuckerberg Selancar Pakai Sunscreen Tebal, Netizen: Mirip Joker!"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)