Bos TikTok Sebut Facebook Tukang Tiru

Bos TikTok Sebut Facebook Tukang Tiru

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 30 Jul 2020 10:03 WIB
Kevin Mayer - CEO Tik Tok
Bos TikTok Sebut Facebook Tukang Tiru Foto: Disney
Jakarta -

CEO TikTok Kevin Mayer habis-habisan mengkritik Facebook lewat blog yang ditulisnya. Ia bahkan menyebut Facebook tukang tiru karena mengembangkan dua layanan yang mirip seperti TikTok.

"Untuk mereka yang ingin meluncurkan produk saingan, kami persilakan," tulis Mayer dalam postingan blognya yang dikutip detikINET dari CNBC, Kamis (30/7/2020).

"Facebook bahkan meluncurkan produk tiruan lain, Reels (terkait dengan Instagram), setelah tiruan mereka lainnya Lasso gagal total," sambungnya.

Facebook memang pernah meluncurkan aplikasi Lasso yang oleh media disebut sebagai kloningan TikTok. Aplikasi ini diluncurkan tahun 2018 tapi kemudian dimatikan pada Juli 2020 karena tidak laku.

Sebagai gantinya, Instagram mengembangkan fitur Reels yang sama-sama menawarkan cara membuat video pendek berdurasi 15 detik yang bisa diedit menggunakan tools yang ada.

Mayer juga menuduh Facebook menggunakan patriotisme sebagai cara yang tidak adil untuk menyerang TikTok. Komentar Mayer ini datang tidak lama setelah CEO Facebook Mark Zuckerberg merilis pernyataannya sebelum bersaksi di depan Kongres AS. Dalam pernyataan tersebut, Zuckerberg mengatakan Facebook adalah perusahaan Amerika yang bangga.

"Di TikTok kami menyambut baik persaingan. Kami percaya persaingan yang adil membuat kita semua menjadi lebih baik," kata Mayer.

"Tapi coba fokuskan energi kita dalam kompetisi yang adil dan terbuka untuk melayani pelanggan kami, daripada serangan oleh pesaing kita -- yaitu Facebook -- yang disamarkan sebagai patriotisme dan dirancang untuk mengakhiri kehadiran kita di AS," sambungnya.

Sejak Mayer didapuk menjadi CEO, TikTok memang mendapat sorotan yang lebih besar dari regulator AS. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bahkan berencana memblokir TikTok dan aplikasi media sosial asal China lainnya.

Upaya AS untuk melarang TikTok di negaranya sepertinya selangkah lagi tercapai. Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin mengatakan aplikasi buatan ByteDance tersebut saat ini sedang diinvestigasi oleh Committee on Foreign Investment in the United States (CFIUS).

Mayer mengatakan sebagai perusahaan yang berasal dari China, TikTok sudah menerima bahwa mereka harus menghadapi pengawasan yang lebih ketat.

"Kami menerima ini dan menerima tantangan untuk memberikan ketenangan pikiran lewat transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar," kata Mayer.

"Kami percaya penting untuk menunjukkan kepada pengguna, pengiklan, kreator, dan regulator bahwa kami adalah anggota komunitas Amerika yang bertanggung jawab dan berkomitmen yang mengikuti hukum AS," pungkasnya.



Simak Video "Imbas Ribut Donald Trump-China, CEO TikTok Mundur"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/rns)