Palestina Hilang dari Google Maps, Kejadian Serupa Terjadi di 2016

Palestina Hilang dari Google Maps, Kejadian Serupa Terjadi di 2016

Rosmha Widiyani - detikInet
Sabtu, 18 Jul 2020 18:32 WIB
Masjid Al-Aqsa di Palestina ditutup akibat wabah Corona. Yuk kita lihat masjid yang pernah menjadi kiblat suci umat Islam yang pertama itu.
Masjid Al-Aqsa di Palestina tampak dari ketinggian (Foto: Getty Images/Chris McGrath)
Jakarta -

Palestina hilang dari Google Maps pada Jumat (17/7/2020) lalu yang mendapat beragam tanggapan dari warganet hingga muncul tagar #FreePalestine. Selain Google Maps, Palestina juga sempat hilang dari Apple Maps.

Dikutip dari Telegraph, Palestina hilang dari Google Maps ternyata sempat terjadi pada tahun 2016. Saat itu netizen heboh hingga muncul petisi online untuk mengembalikan lagi Palestina di Google Maps.

"Google Maps saat ini sudah menjadi sumber definitif yang digunakan banyak orang mulai dari jurnalis, mahasiswa, atau peneliti yang sedang membuat jurnal terkait Israel dan Palestina. Pengakuan Google atas Palestina mungkin sama pentingnya dengan PBB," ujar seorang netizen.

Selain Palestina hilang dari Google Maps, wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza juga sempat hilang dari aplikasi peta digital tersebut. Sebelumnya, Tepi Barat dan Jalur Gaza ditandai dengan garis putus-putus yang menandakan masih dalam sengketa.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Google mengatakan ada kesalahan teknis hingga wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza sempat hilang. Namun untuk Palestina hilang dari Google Maps, raksasa teknologi ini mengatakan tidak pernah mencantumkan nama negara tersebut.

"Tidak pernah ada label Palestina dalam Google Maps. Tapi kami menemukan ada kesalahan yang menghilangkan label Tepi Barat dan Jalur Gaza. Kami akan bekerja dengan cepat untuk mengembalikan label tersebut," ujar juru bicara Google Elizabeth Davidoff.

Sebelumnya pada 2013, Google mengikuti keputusan PBB dan melakukan pembaruan atau update di menu search pada homepage terkait Palestina. Google memasukkan Palestine sebagai ganti atas Palestinian Territories. Menandai langkah dalam penyelesaian konflik, bendera Palestina ikut berkibar di markas PBB pada 2015.

Terkait Palestina hilang dari Google Maps pada 2020, hal ini pertama kali diketahui dari unggahan akun Instagram Astagfirvlah. Postingan pada Rabu (15/7/2020) tersebut menimbulkan anggapan Google telah sengaja menghilangkan Palestina.

Sebuah update sempat ditambahkan yang menyatakan unggahan tersebut adalah informasi yang salah. Namun postingan terlanjur menyebar dan menganggap Google mendukung usaha pendudukan atas Palestina.

Dikutip dari Independent, Palestina sebagai sebuah negara merdeka sudah diakui PBB dan 136 negara anggotanya. Namun Amerika yang menjadi markas Apple dan Google tidak mengakui berdirinya Palestina.

Google menjelaskan Palestina sebagai negara yang merdeka pada 15 November 1988 dengan ibukota Yerusalem Timur Ramalah. Gaza dan Tepi Barat dimasukkan sebagai wilayah Palestina yang mengalami pendudukan (occupied Palestine territory). Selain Itu Gaza dimasukkan sebagai kota terbesar di Palestina.

Wilayah Palestina tercatat seluas 6.220 kilometer persegi dengan 35 persen adalah perairan. Namun Independent mengutip dari sebuah kelompok monitoring menyatakan, sudah ada lebih dari 130 pemukiman Israel di wilayah Tepi Barat. Jumlah ini terus bertambah meski hukum internasional menganggapnya sebagai tindakan ilegal.



Simak Video "Palestina Tak Muncul di Maps, #FreePalestine Menggema"
[Gambas:Video 20detik]
(row/erd)