Kisah Selebgram Suka Pamer Harta 'Diculik' FBI

Kisah Selebgram Suka Pamer Harta 'Diculik' FBI

Fino Yurio Kristo - detikInet
Minggu, 12 Jul 2020 11:35 WIB
Ramon Olorunwa Abbas
Ramon Olorunwa Abbas. Foto: Instagram
Dubai -

Selebgram Ramon Olorunwa Abbas yang punya 2,5 juta follower belum lama ini ditangkap di Dubai, Uni Emirat Arab. Pria asal Nigeria itu ditangkap langsung oleh agen FBI. Seperti apa ceritanya?

Uni Emirat Arab sebenarnya tidak punya perjanjian ekstradisi dengan Amerika Serikat. Akan tetapi kepolisian Dubai memastikan bahwa Ramon telah berada di AS untuk menjalani proses hukum terkait kejahatan siber.

Gal Pissetzky selaku pengacaranya menyatakan bahwa Ramon ditangkap langsung oleh FBI. Ia mempertanyakan hal itu lantaran dianggapnya ilegal terkait tak adanya perjanjian ekstradisi.

"Dalam opini saya, FBI dan pemerintah UEA bertindak ilegal di mana mereka menculiknya dari Dubai tanpa proses legal untuk melakukannya," cetus Pissetzky yang dikutip detikINET dari BBC.

"Tidak ada ekstradisi, tak ada langkah legal diambil, tak ada dokumen pengadilan didaftarkan. Dia bukan warga AS, AS benar-benar tak punya otoritas untuk menangkapnya," tambah dia.

Seperti diberitakan, Ramon disebut berkonspirasi dengan tersangka lain dalam jaringan penipuan email dan pencucian uang ratusan juta dolar. Uang itu adalah hasil penipuan yang menyasar bank, biro hukum sampai klub sepakbola di Liga Inggris.

Di Instagram, Ramon kerap memamerkan hartanya yang luar biasa mewah, seperti mobil Rolls Royce, jam super mahal, naik pesawat pribadi dan lainnya. Di caption, ia mengesankan punya banyak uang dari hasil usahanya sendiri.

Jaringan penipuan sang Instagrammer cukup canggih di mana mereka bisa mendapatkan akses email korporat. Salah satu trik mereka adalah membuat pebisnis mentransfer uang pada mereka karena dikira sebagai pihak yang berhak.

Mengenai hal itu, Pissetzky yakin sang selebgram tak bersalah. "Dia adalah influencer medsos dengan jutaan follower, mereka respek dan suka padanya dan itulah yang dilakukannya. Dalam masyarakat masa kini, itu adalah bisnis," ujarnya.



Simak Video "Cinta Kuya Alami Pelecehan Seksual di Media Sosial"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/jsn)