Intel Gelontorkan Rp 720 Miliar Bantu Hajar COVID-19

Intel Gelontorkan Rp 720 Miliar Bantu Hajar COVID-19

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 09 Jul 2020 18:35 WIB
HANOVER, GERMANY - JUNE 12: The Intel logo is displayed at the Intel stand at the 2018 CeBIT technology trade fair on June 12, 2018 in Hanover, Germany. The 2018 CeBIT is running from June 11-15. (Photo by Alexander Koerner/Getty Images)
Intel Gelontorkan Rp 720 Miliar Bantu Hajar COVID-19 (Foto: Alexander Koerner/Getty Images)
Jakarta -

April lalu Intel berkomitmen menambah bantuan sebesar USD 50 juta (sekitar Rp 720 miliar) dalam bentuk inisiatif teknologi tepat guna untuk membantu menghajar COVID-19.

Bantuan ini juga merupakan komitmen lanjutan raksasa teknologi asal Mountain View, California, Amerika Serikat tersebut dari pengumuman sebelumnya, yaitu bantuan senilai USD 10 juta (Rp 143 miliar) untuk mendukung komunitas lokal selama masa kritis ini.

Inisiatif teknologi ini antara lain percepatan akses teknologi yang dibutuhkan untuk merawat pasien, mempercepat penelitian ilmiah dan menjamin akses pembelajaran online bagi para siswa.

Dipaparkan Santosh Viswanathan selaku Managing Director Intel APJ Territory, ada tiga hal yang menjadi fokus utama Intel dalam perangan melawan pandemi virus Corona ini.

"Hal pertama yang kami lakukan adalah membuka IP (intelectual property) dan menggratiskannya untuk membantu para peneliti, tenaga medis, mendapatkan resource untuk mempercepat kerja mereka. Membuka akses IP adalah hal yang sangat penting," kata Santosh dalam wawancara via video conference eksklusif dengan detikINET.

Selanjutnya, dikatakan Santosh, teknologi membantu dalam segala aspek kehidupan, serta menjadi salah satu kunci operasional dan produktivitas agar bisa tetap berjalan, terutama di kondisi pandemi seperti sekarang.

"Karenanya kami memastikan operasional dan produksi tetap berjalan sambil tetap memastikan keselamatan dan kesehatan para pekerja kami. Sehingga manufaktur dan produksi kami tetap berjalan dan bisa memasok kebutuhan solusi teknologi secara global," ujarnya.

Hal terakhir, Santosh menggarisbawahi bahwa ide pendanaan ini pada intinya adalah membantu Intel menjadi mesin percepatan penerapan teknologi tepat guna dalam membantu krisis di masa pandemi.

"Misalnya, bagaimana komputer dengan performa tinggi bisa mempercepat penelitian dan penemuan vaksin. Ada banyak kebutuhan, aspek dan masalah yang ingin diselesaikan setiap negara, di setiap daerahnya masing-masing, dan Intel ingin menjadi mesin untuk mempercepat proses ini," urai Santosh.

Secara rinci, dana ini dialokasikan untuk inisiatif Intel COVID-19 Response and Readiness dalam mempercepat kemajuan pelanggan dan mitra dalam pekerjaan diagnosa, perawatan dan pengembangan vaksin, dengan memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), komputasi kinerja tinggi, dan pengiriman layanan edge-to-cloud.

Melalui inisiatif ini, Intel membantu manufaktur perawatan kesehatan dan life science meningkatkan ketersediaan teknologi dan solusi yang digunakan oleh rumah sakit untuk mendiagnosa dan merawat pasien COVID-19.

Hal ini juga akan mendukung terciptanya aliansi industri yang mempercepat kapasitas, kemampuan, dan kebijakan di seluruh dunia untuk merespons pandemi, saat ini maupun di masa mendatang, berdasarkan pengalaman Intel untuk mendorong inovasi teknologi di arena ilmu kesehatan dan life science.

Selain itu, inisiatif Intel Online Learning akan mendukung organisasi nirlaba yang berfokus pada pendidikan dan mitra bisnis untuk memberi perangkat dan akses belajar online kepada para siswa yang sebelumnya tidak memiliki akses teknologi.

Dalam kemitraan yang erat dengan sekolah-sekolah negeri, inisiatif ini akan mencakup donasi perangkat PC, sumber daya virtual online, panduan belajar di rumah dan bantuan konektivitas perangkat. Inisiatif Intel Online Learning dibangun berdasarkan komitmen jangka panjang Intel untuk memanfaatkan teknologi demi peningkatan kualitas pembelajaran.

Program ini dimulai di kawasan Amerika Serikat terlebih dahulu dengan kemungkinan meluas ke kawasan-kawasan lain. Intel juga mengalokasikan dana inovasi senilai lebih dari USD 10 juta (sekitar Rp 143 miliar) sebagai bentuk dukungan atas permintaan bantuan dari karyawan maupun mitra eksternal, sesuai kebutuhan komunitas mereka masing-masing.



Simak Video "Penerapan Panduan Adaptasi Kebiasaan Baru di Pasar Mayestik "
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)