Tangkal Konten Kebencian, Uni Eropa Lebih Galak ke Facebook Cs

Tangkal Konten Kebencian, Uni Eropa Lebih Galak ke Facebook Cs

Josina - detikInet
Jumat, 03 Jul 2020 14:43 WIB
Poster
Facebook, Twitter, YouTube Patuhi Aturan Uni Eropa. (Foto: Edi Wahyono)
Brussels -

Para perusahaan media sosial seperti Facebook, YouTube, Twitter dan media sosial lainnya dilaporkan untuk pertama kalinya akan ikut menjadi subyek aturan penyiaran Uni Eropa terkait tentang ucapan kebencian dan konten berbahaya. Hal itu disebut dalam panduan dari Komisi Eropa yang baru saja diumumkan.

Amandemen terhadap Audiovisual Media Services Directive yang diadopsi pada 2018 sebagian berasal lobi para lembaga penyiaran yang menginginkan platform online memiliki kewajiban yang sama dengan perusahaan media tradisional.

"Pemain online harus memastikan dengan cara yang sama dengan media tradisional, bahwa pengguna dilindungi terhadap ucapan kebencian dan anak di bawah umur dilindungi dari konten yang berbahaya" kata Komisi yang dilansir detikINET dari Reuters.

"Platform online harus mengambil tindakan terhadap konten yang ditandai yang memicu kekerasan, kebencian, dan terorisme dan memastikan iklan serta penempatan produk yang tepat dalam program anak-anak" lanjutnya.

Pedoman yang tidak mengikat ini berlaku untuk semua platfom media sosial di mana konten audiovisual dipandang sebagai bagian penting meski bukan bagian utama dari bisnis mereka.

Negara-negara Uni Eropa memiliki waktu hingga 19 September untuk menerapkan peraturan tersebut dan mereka akan memiliki keputusan akhir soal daftar perusahaan yang harus mematuhinya.

Komisi Eropa juga mengatakan layanan video akan diminta untuk menyediakan setidaknya 30% konten yang berasal dari Eropa, sebuah langkah yang menargetkan Netflix dan Amazon Prime.



Simak Video "Mark Zuckerberg Selancar Pakai Sunscreen Tebal, Netizen: Mirip Joker!"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fyk)