Singapura Tawarkan Pelacak Corona Tanpa Smartphone

Singapura Tawarkan Pelacak Corona Tanpa Smartphone

Josina - detikInet
Rabu, 01 Jul 2020 10:10 WIB
Businesswoman on plane using smartphone with graph on screen.Business technology and travel concepts ideas
Singapura Tawarkan Pelacak Corona Tanpa Smartphone. (Foto: iStock)
Jakarta -

Untuk membantu menghentikan penyebaran virus Corona pelacakan kontak seseorang mulai diberlakukan hal ini digunakan untuk membantu melacak jalur seseorang yang terinfeksi untuk melihat dengan siapa saja orang yang terinfeksi tersebut berhubungan.

Banyak upaya dan cara untuk pelacakan kontak saat ini dan kebanyakan saat ini menggunakan aplikasi yang tersedia di smartphone. Mengingat bahwa mayoritas orang-orang pastinya memiliki smartphone.

Meski demikian ada juga beberapa yang tidak memiliki smartphone seperti lansia (lanjut usia) yang mungkin masih nyaman menggunakan ponsel feature.

Hal ini lah pemerintahan Singapura telah menerapkan bahwa bagi warga lanjut usia yang tidak memiliki smartphone dapat memilih untuk menggunakan pelacak via Bluetooth.

Dilansir detiKINET dari Ubergizmo perangkat ini dapat berkomunikasi satu sama lain serta aplikasi smartphone TraceTogether yang akan membantu upaya pelacakan kontak negara bahkan dengan pengguna yang tidak memiliki smartphone.

Jika seseorang dengan pelacak melakukan kontak dengan seseorang yang mungkin memiliki gejala virus, maka mereka kemudian akan dihubungi untuk memberitahu bahwa mereka harus diperiksa dan akan ditentukan apakah mereka memiliki virus atau tidak.

Data dari pelacak Corona kemudian dapat diunduh untuk membantu melacak dengan siapa orang tersebut melakukan kontak sebelumnya.

Untuk mengatasi masalah privasi yang kemungkinan potensial, dijelaskan pelacak via Bluetooth ini tidak memiliki Wi-Fi, GPS atau kemampuan seluler yang artinya bahwa pemerintah tidak akan dapat mengetahui keberadaan pemakainya setiap saat. Data tersebut hanya akan menyimpan data paling lama 25 hari.



Simak Video "Ini Sebaran Kasus Positif Corona di 34 Provinsi Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)