'Lestarikan Budaya Sunda dengan Membuat Website'

'Lestarikan Budaya Sunda dengan Membuat Website'

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 14 Jun 2020 20:30 WIB
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) berhasrat kembali untuk membuat domain internet berbahasa daerah, yang kali ini situs web berdomain akasara Sunda.
Lestarikan Budaya Sunda dengan Membuat Website. Foto: Pandi
Jakarta -

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) berhasrat kembali untuk membuat domain internet berbahasa daerah, yang kali ini situs web berdomain aksara Sunda.

Chief Registry Operator (CRO) Pandi Mohammad Shidiq Purnama mengungkapkan, sebelumnya pihaknya telah menggelar lomba serupa berdomain aksara Jawa (Hanacaraka).

"Lomba ini merupakan rangkaian acara lanjutan, dalam rangka pelestarian aksara Nusantara yang memang menjadi concern Pandi," ujar Shidiq dalam keterangan tertulisnya.

Dengan cara membuat domain internet berbahasa daerah, Pandi seperti dikatakan Shidiq, menjadi cara melestarikan budaya aksara Nusantara yang mana saat ini lambat laut ditinggalkan.

"Kami berkomitmen untuk bisa ikut berpartisipasi dalam rangka pelestarian budaya aksara Nusantara, agar bisa terdigitalisasi, sehingga dapat digunakan sebagai alamat (nama domain) di internet," tutur.

Kompetisi Membuat Domain Aksara Sunda

Untuk menggelar lomba pembuatan situs web berdomain aksara Sunda ini, Pandi berkolaborasi dengan Pusat Digitalisasi dan Pengembangan Budaya Sunda Universitas Padjajaran (PDP-BS Unpad). Isi dari domain tersebut boleh sebagian atau seluruhnya berisikan aksara Sunda.

Ketua PDP-BS Unpad Ganjar Kurnia mengatakan, kompetisi ini sebagai upaya penyelamatan kekayaan budaya tulis orang Sunda dari kepunahan dan menyebarluaskannya kembali kepada masyarakat.

Harapannya, dengan memadukannya dengan kemajuan teknologi melalui website, aksara Sunda bisa lebih dikenal lagi oleh kalangan milenial dan masyarakat luas.

Dukungan juga datang dari Yayasan Kebudayaan Rancagé yang berkeinginan agar aksara Sunda bisa dikembangkan oleh masyarakat melalui berbagai perangkat digital.

"Adalah benar bahwa belakangan aksara Sunda mulai tergerus oleh zaman, bahkan kaum milenial banyak yang tidak tahu ini (aksara Sunda). Sudah menjadi kewajiban untuk terus mewariskan budaya leluhur agar mengikuti perkembangan jaman," ucap Sekretaris Yayasan Kebudayaan Rancagé Dadan Sutisna.

Terkait lomba pembuatan domain aksara Sunda ini telah dibuka sejak pertengahan Juni dan akan ditutup pada 14 Agustus 2020. Diinformasikan bahwa bata waktu submit website hingga 13 November dan pengumuman pemenangnya pada 11 Desember.

"Untuk pendaftaran peserta bisa langsung submit di tautan s.id/lombaaksarasunda, untuk informasi lebih lanjut bisa didapat di semua platform media sosial PANDI," tutup Shidiq.



Simak Video "Survei Google Ungkap Sembrononya Pengguna Internet Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)