Mural Black Lives Matter Terlihat dari Satelit

Mural Black Lives Matter Terlihat dari Satelit

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 09 Jun 2020 11:29 WIB
Mural Black Lives Matter di Seberang Gedung Putih
Aksi Black Lives Matter Terlihat dari Antariksa. Foto: Istimewa
Washington -

Aksi massa menyerukan black lives matter terus digemakan di berbagai penjuru dunia pasca-kematian tragis George Floyd. Bahkan, aksi tersebut terlihat dari langit.

Seperti diketahui, Floyd menghembuskan nafas terakhirnya setelah polisi Minneapolis, AS, menekan leher pria berkulit hitam itu dengan lututnya selama nyaris sembilan menit.

Publik pun dibakar resah dan amarah hingga menyuarakan black lives matter di jalanan. Peserta aksi di Washington pun membuat mural raksasa bertuliskan black lives matter di 16th Street atau sekitar dua blok dari Gedung Putih.

Dengan corak kuning menyala, tulisan sarat makna itu tak hanya bisa dilihat dari udara, tapi sampai ke antariksa.

Buktinya Planet Labs, perusahaan swasta spesialis observasi Bumi yang berbasis di San Francisco, AS, memotret mural raksasa tersebut melalui salah satu satelit miliknya.

Walikota Washington Muriel Bowser pun membagikan pandangan dari luar angkasa lewat akun Twitter miliknya @MayorBowser.



Planet Labs tidak menjelaskan bagaimana cara atau menggunakan satelit yang mana untuk memotret mural black lives matter itu. Kendati begitu, foto tersebut diambil pada 5 Juni yang kemudian Planet Labs unggah satu hari berikutnya.


Sejumlah aksi massa masih terus berlangsung di berbagai belahan kota. Mereka tak henti-hentinya menyuarakan black lives matter, bahwa warga berkulit hitam berhak hidup seperti lainnya.

Sementara itu, empat polisi Minneapolis yang terlibat pembunuhan Floyd, yaitu Derek Chauvin terancam hukuman 40 tahun penjara jika terbukti bersalah atas dakwaan pembunuhan tingkat kedua.

Sedangkan, tiga terdakwa lainnya -- J Alexander Kueng (26), Thomas Lane (37) dan Tou Thao (34) -- dijerat dakwaan membantu dan bersekongkol atas pembunuhan (murder) tingkat kedua dan dakwaan membantu dan bersekongkol melakukan tindak pembunuhan tak disengaja (manslaughter) tingkat kedua. Ketiganya telah menjalani sidang perdana pada Kamis (4/6) waktu setempat.

wisata



Simak Video "Gaung Black Lives Matter Bergema di Israel"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)