Aplikasi Messaging Populer Ini Dituding Jadi Mata-mata China

Aplikasi Messaging Populer Ini Dituding Jadi Mata-mata China

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 11 Mei 2020 22:04 WIB
Ilustrasi WeChat
WeChat Dituding Jadi Mata-mata China. Foto: Istimewa
Jakarta -

Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa WeChat memonitor orang asing. Laporan ini membuat pengguna bukan warga negara China mungkin perlu berpikir dua kali sebelum menggunakannya.

Aplikasi chat milik raksasa internet asal China Tencent ini, menjadi platform media sosial terpopuler di China. Secara global, WeChat saat ini digunakan oleh 1 miliar pengguna.

Namun di balik kejayaannya, Citizen Lab dari University of Toronto dalam studinya menemukan bahwa aplikasi ini memonitor pesan yang dibagikan oleh orang yang terdaftar dengan nomor telepon non-China, kemudian memasukkan konten tersebut ke dalam algoritma sensor untuk membantu membangun basis data yang digunakannya.

Kesimpulan ini berdasarkan percobaan yang mereka lakukan dengan mengirimkan konten yang sensitif secara politik antara akun yang tidak terdaftar di China. Kemudian, ketika konten yang sama dikirim antara akun yang terdaftar di China, konten tersebut ditandai dan kemudian disensor.

Sementara akun di luar China tidak disensor, mereka dilaporkan tunduk pada pengawasan konten, informasi yang tidak ditemukan pada dokumen publik, dan permintaan akses data, termasuk diskusi dengan perwakilan Tencent.

Menanggapi laporan ini, Tencent seperti dikutip dari CNBC, mengaku telah menerima temuan penelitian tersebut dan menganggapnya serius. Hal ini dikarenakan perusahaan mereka menganggap privasi pengguna dan keamanan data sebagai nilai utama.

"Berkenaan dengan saran bahwa kami terlibat dalam pengawasan konten pengguna internasional, kami dapat mengkonfirmasi bahwa semua konten yang dibagi di antara pengguna internasional WeChat adalah bersifat pribadi," kata juru bicara CNBC.

"Sebagai perusahaan global yang terdaftar secara publik, kami berpegang teguh pada standar tertinggi, dan kebijakan serta prosedur kami mematuhi semua hukum dan peraturan di setiap negara tempat kami beroperasi," sambungnya.

Belum diketahui langkah apa yang akan dilakukan Tencent pada WeChat. Yang jelas, Tencent perlu bertindak cepat untuk memperbaiki citranya. Untuk diketahui, temuan ini bisa memengaruhi eksistensinya di daftar aplikasi di Apple App Store dan Google Play Store, karena kedua toko aplikasi ini mengharuskan developer untuk mengungkapkan data yang mereka kumpulkan.



Simak Video "Jaga Privasi Pengguna, Google Luncurkan Beberapa Fitur Pembaharuan"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fyk)