YouTube Akan Hapus Video yang Kaitkan Virus Corona dengan 5G

YouTube Akan Hapus Video yang Kaitkan Virus Corona dengan 5G

Virgina Maulita Putri - detikInet
Senin, 06 Apr 2020 22:12 WIB
Ilustrasi YouTube, Logo YouTube
YouTube Akan Hapus Video yang Kaitkan Virus Corona dengan 5G (Foto: Sean Gallup/Getty Images)
Jakarta -

YouTube akan menghapus video yang berisi hoax dan konspirasi tentang hubungan antara virus corona dan 5G. Hal ini dilakukan setelah sejumlah tower 5G di Inggris dibakar karena hoax tersebut.

Anak perusahaan Google ini akan secara aktif menghapus video yang melanggar kebijakannya. Tapi konten yang berisi konspirasi seputar 5G tanpa menyebut virus corona masih diizinkan.

Namun YouTube mengatakan video tersebut dinilai sebagai 'konten di ambang batas' dan kehadirannya bisa dibatasi di platform misalnya dengan mencabut pendapatan dari iklan dan dihapus dari hasil pencarian.

"Kami memiliki kebijakan jelas yang melarang video yang mempromosikan metode yang tidak terbukti untuk mencegah virus corona selain mencari perawatan medis, dan kami akan dengan cepat akan menghapus video yang melanggar kebijakan ini ketika dilaporkan kepada kami," kata juru bicara YouTube.

"Kami juga mulai mengurangi rekomendasi konten di ambang batas seperti teori konspirasi terkait 5G dan virus corona, yang bisa memberi informasi salah kepada pengguna dengan cara yang berbahaya," sambungnya.

Dikutip detikINET dari The Guardian, Senin (6/4/2020) keputusan YouTube untuk menghapus dan mengurangi visibilitas video berisi teori tidak benar itu dilakukan setelah empat tower milik operator Vodafone menjadi target dalam sehari terakhir.

Pada minggu lalu, tiga tower 5G di kawasan Birmingham dan Merseyside menjadi target pembakaran yang saat ini sedang diinvestigasi oleh kepolisian.

Tidak hanya itu, teknisi operator yang sedang memasang kabel fiber optic di jalanan juga mendapat ancaman verbal dan fisik dari orang-orang yang percaya bahwa 5G menyebabkan pandemi virus corona.

Setelah kasus tersebut, Menteri Kebudayaan Inggris Oliver Dowden dilaporkan bertemu dengan perwakilan dari platform media sosial seperti Facebook, Twitter dan YouTube untuk meminta dihapusnya konten berisi hoax seputar 5G.



Simak Video "YouTube Hapus Video Jamu yang Dianggap Obat Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)