Bill Gates dan Para 'Peramal' yang Jitu Tebak Kemunculan Virus Corona

Bill Gates dan Para 'Peramal' yang Jitu Tebak Kemunculan Virus Corona

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 01 Apr 2020 09:32 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto: Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Jakarta -

Mereka memang tidak secara spesifik meramalkan kedatangan virus corona dan tidak semua perkataannya tepat. Akan tetapi secara garis besar, sosok-sosok ini telah meramalkan akan munculnya wabah semacam virus corona.

Memang melihat pola yang terjadi di masa silam, wabah penyakit kadang muncul dalam kurun waktu tertentu. Nah, siapa saja para 'peramal' itu? Berikut di antaranya yang sebagian besar adalah ilmuwan, seperti dikutip detikINET dari Business Insider:

1. Bill Gates

Pendiri Microsoft ini sudah berkali-kali mengingatkan bahwa dunia tidak akan siap jika ada pandemi merebak. Tahun 2017 misalnya, Bill Gates pernah mengutarakan peringatan bahwa dunia harus siap bila suatu saat muncul patogen yang dapat menghilangkan banyak nyawa dalam waktu singkat.

Di ajang Massachusetts Medical Society dan New England Journal of Medicine April 2018, Gates melontarkan pernyataan serupa. "Dalam kasus ancaman biologis, rasa urgensi itu kurang. Dunia perlu bersiap menghadapi pandemi sama seriusnya seperti cara menghadapi perang," cetusnya kala itu.

2. Michael Osterholm

Michael Osterholm adalah pakar penyakit menular. Tahun 2005, ia menulis di majalah Foreign Affairs soal ancaman pandemik di masa depan. "Ini adalah masa penting di sejarah kita. Waktu sudah habis untuk mempersiapkan diri bagi pandemik selanjutnya," tulis dia.

"Kita harus beraksi sekarang dengan tegas dan bertujuan," lanjutnya. Dalam buku Deadliest Enemy: Our War Against Killer Germs, ia memperingatkan bahwa Amerika Serikat tidak siap jika wabah berbahaya datang.

3. Robert G. Webster

Robert G. Webster merupakan pakar penyakit flu. Dalam bukunya Desember silam berjudul Flu Hunter: Unlocking the secrets of a virus, ia yakin kedatangan pandemik di depan mata, "Tidak hanya mungkin tapi hanya masalah waktu," tulisnya.

Jutaan orang dicemaskannya meninggal sebelum pandemik itu bisa dikendalikan."Alam sekali lagi akan menantang umat manusia seperti yang terjadi pada virus influenza tahun 1918. Kita harus bersiap-siap," sarannya.