Selasa, 24 Mar 2020 14:03 WIB

Kemendikbud Tegaskan Pak Nadiem Tidak Ngetweet Tentang UN

Tim - detikInet
Mendikbud Nadiem Makarim Kemendikbud Tegaskan Pak Nadiem Tidak Ngetweet Tentang UN. (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Sebuah akun Twitter mencari panggung dan mengaku Mendikbud Nadiem Makarim lalu ngetweet mengenai ditiadakannya Ujian Nasional 2020 (UN). Kemendikbud meluruskan bahwa menterinya tidak punya akun Twitter dan akun media sosial manapun.

Pelaksanaan UN 2020 memang secara resmi ditiadakan sebagai salah satu upaya meredam penyebaran COVID-19. Namun keputusan ini disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Adapun Mendikbud Nadiem menyusul kemudian menyampaikan kabar ini melalui pernyataan resmi, tidak melalui media sosial.

Entah apa motifnya, akun Twitter @NadimMakarim mencari panggung di tengah situasi ini dengan mengatasnamakan menteri Nadiem.

Alhasil, banyak yang terkecoh dan mengira bahwa yang berbicara adalah menteri Nadiem sungguhan. Bermacam komentar meramaikan tweet tersebut, ada yang menyadari kalau itu bukan akun milik Nadiem Makarim, namun lebih banyak yang percaya dan menyampaikan bermacam laporan dan keluhan. Bahkan karena ini, Pak Nadiem menjadi trending topic di Twitter Indonesia.

Untuk mencegah penyalahgunaan lebih jauh, Kemendikbud pun segera mengklarifikasi bahwa tweet tersebut bukan berasal dari Mendikbud Nadiem. Upaya klarifikasi itu disampaikan Kemendikbud lewat akun Twitter @Itjen_Kemdikbud.


Untuk diketahui, pada Selasa (24/3/2020), UN 2020 secara resmi ditiadakan. Keputusan ini sebagai bagian dari sistem respons wabah COVID-19 yang salah satunya adalah pengutamaan keselamatan kesehatan rakyat.

"Presiden Joko Widodo memutuskan meniadakan ujian nasional (UN) untuk tahun 2020 yang sebelumnya sudah ada kesepakatan UN dihapus mulai tahun 2021," kata Jubir Presiden Fadjroel Rachman dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3/2020).

"Peniadaan UN menjadi penerapan kebijakan social distancing (pembatasan sosial) untuk memotong rantai penyebaran virus Corona SARS 2 atau COVID-19. Penegasan ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas dengan pembahasan Ujian Nasional, Selasa 24 Maret 2020 melalui video conference," tambahnya.

UN 2020 ditiadakan di tingkat SD, SMP, SMA, serta MI, Mts, dan MA. Kebijakan peniadaan UN perlu diikuti oleh partisipasi aktif warga dalam penerapan perilaku social distancing, yaitu kerja dari rumah, belajar dari rumah dan ibadah di rumah.



Simak Video "Tiga Dosa Besar Dunia Pendidikan Versi Mendikbud Nadiem"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)