Pemerintah Gandeng Halodoc untuk Pemeriksaan Dini Virus Corona

Pemerintah Gandeng Halodoc untuk Pemeriksaan Dini Virus Corona

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 23 Mar 2020 06:33 WIB
Jubir Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto
Juru Bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menyampaikan kerjasama dengan unicorn Gojek dan aplikasi konsultasi dokter Halodoc. Foto: dok.BNPB
Jakarta -

Pemerintah menggandeng sejumlah unicorn termasuk Gojek, dan juga aplikasi konsultasi dokter online Halodoc untuk memerangi penyebaran virus corona. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, Sabtu (21/3/2020).

Yuri sapaannya mengatakan pemerintah menyiapkan banyak sekali ruang bagi masyarakat melaksanakan konsultasi seputar COVID-19 atau virus corona.

"Kita dengan jejaring untuk mendapatkan informasi dan berkonsultasi tentang tentang penyakit ini. Sudah banyak ini unicorn yang disiapkan, ada konsep 119 ekstensi 9, unicorn yang kami gunakan untuk berkonsultasi di antaranya adalah Halodoc, sehatmedia, dan Gojek," ujarnya.


Dari pemantauan detikINET sendiri, ketika masuk ke dalam aplikasi Halodoc, akan ada banner yang membantu user terkoneksi untuk melakukan deteksi dini mengenai penyakit yang pertama kali merebak di Wuhan, China, ini. Ada pertanyaan yang harus kamu jawab semisal 'apakah kamu mengalami demam selama 14 hari terakhir?'

Pantauan detikINET soal aplikasi Halodoc yang digandeng pemerintah untuk cegah penyebaran COVID-19.Pantauan detikINET soal aplikasi Halodoc yang digandeng pemerintah untuk cegah penyebaran COVID-19. Foto: Adi Fida/detikInet


Tapi sebagai catatan, karena ini bersifat tanpa tatap muka langsung, kamu harus mempersiapkan diri seandainya dokter dari aplikasi tersebut menyarankan kamu pergi ke rumah sakit terdekat.

Lebih lanjut, tak hanya layanan konsultasi, pemerintah juga telah menyiapkan penambahan tempat tidur bagi pasien COVID-19 yang memang terindikasi membutuhkan karantina rumah sakit dan layanan medis rumah sakit.

Jika melihat lonjakan angka pasien yang positif, menjadi 450 orang merujuk data hari ini, memang sudah seharusnya pemerintah menaruh perhatian lebih untuk pandemi corona ini.

Sehat selalu ya, detikers. Jangan lupa jaga kesehatan.



Simak Video "Pemerintah: Jika Kasus Positif Naik, Sektor Publik Ditutup Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)