Facebook Bantah Didekati Pemerintah AS untuk Lacak Penyebaran Corona

Facebook Bantah Didekati Pemerintah AS untuk Lacak Penyebaran Corona

Virgina Maulita Putri - detikInet
Sabtu, 21 Mar 2020 06:15 WIB
Mark Zuckerberg
Facebook Bantah Didekati Pemerintah AS untuk Lacak Penyebaran Corona Foto: Getty Images
Jakarta -

Beberapa waktu yang lalu pemerintah Amerika Serikat disebut telah mulai membujuk sejumlah perusahaan teknologi termasuk Facebook dan Google untuk memberikan data lokasi pengguna untuk memantau penyebaran virus corona.

Tapi kabar tersebut langsung dibantah oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg. Dalam telewicara dengan wartawan, Zuckerberg mengatakan Facebook tidak termasuk dalam perusahaan teknologi yang didekati pemerintah AS.

Dikutip detikINET dari Cnet, Sabtu (21/3/2020) Zuckerberg mengatakan bahwa laporan tersebut dibesar-besarkan dan membantah bahwa perusahaannya telah berdiskusi dengan pemerintah AS untuk memberikan data lokasi pengguna.

"Kami tidak mengetahui adanya percakapan aktif atau permintaan dengan AS atau pemerintah lain pada saat ini yang meminta akses ke data tersebut secara spesifik," kata Zuckerberg.

Walau Zuckerberg telah mengatakan perusahaannya tidak masuk dalam diskusi tersebut, Facebook memang telah memiliki peta yang melacak pergerakan dan demografi orang-orang yang terdampak wabah penyakit. Tools bernama Disease Prevention Map ini telah aktif selama hampir setahun.

Tools ini bisa digunakan oleh peneliti dan gerakan nirlaba untuk melacak penyebaran wabah virus corona. Tapi Zuckerberg mengatakan perusahaannya belum berdiskusi dengan pemerintah manapun untuk menyediakan data lokasi tersebut.

Pria berusia 35 tahun tersebut juga mengatakan Facebook merasa tidak nyaman memberikan lokasi data milik banyak penggunanya kepada pemerintah manapun untuk melacak wabah virus corona.

"Saya rasa tidak masuk akal untuk membagikan data orang-orang dengan cara di mana mereka tidak memiliki kesempatan untuk opt in dalam melakukan itu," jelasnya.

Saat Zuckerberg telah membantah keikutsertaan Facebook dalam program ini, Google sepertinya telah berkomitmen untuk membantu pemerintah AS melacak penyebaran virus corona.

"Kami mencari cara untuk mengumpulkan informasi lokasi secara anonim yang bisa membantu memerangi COVID-19. Salah satu contohnya adalah dengan membantu badan kesehatan pemerintah untuk mengetahui dampak dari pembatasan sosial (social distancing), serupa dengan cara kami dalam menampilkan jam sibuk restoran serta pola kemacetan di Google Maps," ujar Johnny Luu, juru bicara Google, dalam keterangannya.



Simak Video "Mengapa Facebook dan Instagram 3 Kali Tumbang Dalam Setahun?"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)