Kamis, 19 Mar 2020 09:21 WIB

Lacak Penyebaran Corona, Pemerintah AS Pakai Data Facebook dan Google

Anggoro Suryo Jati - detikInet
This is a homemade, invalid qr code. Foto: Getty Images/iStockphoto/manfeiyang
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat disebut mulai membujuk sejumlah perusahaan teknologi seperti Facebook dan Google untuk memberikan data lokasi pengguna dari platform mereka.

Data tersebut kabarnya bakal dipakai untuk memantau penyebaran virus corona, serta untuk penelitian lebih lanjut yang bertujuan mencegah penyebaran virus corona lebih luas, demikian dikutip detikINET dari Washington Post, Kamis (19/3/2020).

Menurut sumber yang mengetahui informasi ini, dengan data tersebut pemerintah AS bisa memetakan penyebaran infeksi virus corona. Namun langkah ini disebutnya masih berada pada tahap yang sangat awal.

Selain itu, data ini juga bakal dipakai untuk melihat efektivitas social distancing atau pembatasan sosial dalam menghambat penyebaran virus corona.

Menganalisa lokasi pengguna ponsel diperkirakan bisa menjadi cara yang sangat efektif untuk memantau penyebaran virus corona, yang saat ini sudah menginfeksi ratusan ribu orang di seluruh dunia.

Baik Google dan Facebook sendiri disebut menyambut baik rencana ini. Facebook contohnya, sudah mengaku tertarik untuk meneliti pergerakan penggunanya terkait virus corona. Sementara Google sebelumnya juga menyatakan sudah mempunyai caranya sendiri untuk mengolah data pergerakan penggunanya.

"Kami mencari cara untuk mengumpulkan informasi lokasi secara anonim yang bisa membantu memerangi COVID-19. Salah satu contohnya adalah dengan membantu badan kesehatan pemerintah untuk mengetahui dampak dari pembatasan sosial (social distancing), serupa dengan cara kami dalam menampilkan jam sibuk restoran serta pola kemacetan di Google Maps," ujar Johnny Luu, juru bicara Google, dalam keterangannya.

Google juga memastikan kalau mereka tak akan membagikan data mengenai lokasi, pergerakan, ataupun kontak dari individu tertentu. Hal ini tentu karena langkah ini bisa dianggap mengganggu privasi pengguna ponsel, mengingat informasi lokasi ini adalah salah satu informasi sensitif dari pengguna ponsel.

Lacak Penyebaran Corona, Pemerintah AS Pakai Data Facebook dan Google


Simak Video "Prediksi Tren Konsumsi Saat Ramadan di Tengah Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)