Langkah Facebook Tangkal Hoax Virus Corona di Indonesia

Langkah Facebook Tangkal Hoax Virus Corona di Indonesia

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 12 Mar 2020 18:38 WIB
hoax virus corona
Langkah Facebook Tangkal Hoax Virus Corona di Indonesia. Foto: Istimewa
Jakarta -

Hoax seputar virus corona di Indonesia semakin banyak ditemukan. Untuk mengatasi penyebaran ini, Facebook sebagai media sosial terbesar di dunia telah menerapkan sejumlah kebijakan.

Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan enam organisasi pengecek fakta dan media lokal untuk menandai konten sebagai misinformasi.

"Sudah banyak misinformasi yang ditandai oleh pengecek fakta pihak ketiga kami di Indonesia. Dan mereka itu misalnya informasi itu ditandai sebagai misinformasi dan konten yang muncul mengenai COVID-19 itu distribusinya akan diturunkan sebanyak 80%," jelas Ruben di Plataran Menteng, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Dengan tanda tersebut, pengguna Facebook bisa mengetahui bahwa konten yang mereka lihat merupakan misinformasi. Untuk memberikan konteks lebih lanjut, Facebook juga akan memperlihatkan koreksi terhadap konten tersebut.

Langkah Facebook Tangkal Hoax Virus Corona di IndonesiaKepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari. Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET

Jika konten yang telah ditandai sebagai misinformasi dianggap melanggar ketentuan komunitas, Ruben mengatakan Facebook akan langsung menghapus konten tersebut.

Sebelumnya, Menkominfo Johnny G Plate telah mengimbau media sosial seperti Facebook untuk ikut menghapus konten hoax virus corona yang meresahkan. Hingga saat ini, Kominfo telah menemukan 196 hoax virus corona di Indonesia.

Facebook Indonesia juga mengikuti kebijakan global yang melarang iklan masker dan obat yang diklaim bisa menyembuhkan COVID-19. Kebijakan ini telah mulai dijalankan tapi Ruben mengatakan karena kebijakannya masih baru, Facebook belum menghapus iklan yang melanggar ketentuannya.

"Yang mungkin saya himbau ke masyarakat luas kalau misalnya lihat ada masker dan obat-obat yang muncul di platform kami silahkan bisa dilaporkan kepada kami dan kami sesuai dengan kebijakan global kita akan me-remove konten-konten tersebut," pungkas Ruben.



Simak Video "Daftar 54 Hoax Mengenai Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)