Perdana Menteri India Ingin Rehat Main Medsos, Kenapa?

Perdana Menteri India Ingin Rehat Main Medsos, Kenapa?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 04 Mar 2020 15:25 WIB
Indian Prime Minister Narendra Modi delivers a speech during a session of the St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF), Russia, June 2, 2017. REUTERS/Valery Sharifulin/TASS/Host Photo Agency/Pool  TPX IMAGES OF THE DAY. EDITORIAL USE ONLY.
Perdana Menteri India Ingin Rehat Main Medsos. Foto: Reuters
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi melontarkan cuitan yang mengatakan dirinya akan berhenti menggunakan akun Facebook, Twitter, Instagram dan YouTube miliknya. Tulisan ini ia publikasikan Senin (2/3) waktu setempat.

Tentu saja ini sebuah kabar besar bagi para followernya. Apalagi PM Modi dikenal aktif bermain media sosial (medsos), ia bahkan memiliki 53 juta follower di Twitter sehingga dinobatkan sebagai salah satu publik figur terpopuler di layanan microblogging tersebut.

Sementara itu, di laman Facebook-nya, follower PM Modi juga tak kalah banyaknya yaitu 44 juta follower. Di Instagram, followernya sebanyak 35,2 juta dan di YouTube punya 4,5 juta subscriber.

Rehatnya akun PM Modi mendapat beragam tanggapan dari netizen. Beberapa di antaranya menyebut hal ini bisa membuat PM Modi kurang dekat dengan permasalahan rakyat, apalagi di era digitalisasi di mana informasi banyak didapatkan dari media sosial. Tapi, banyak juga yang mendukung keputusan Modi.

"Dear PM, media sosial bukan masalahnya, trolls lah masalahnya. Jadilah PM yang sesungguhnya dan unfollow trolls," tulis akun @RuchiraC.

"Kalau PM Modi berhenti main media sosial, ujaran kebencian akan berkurang," timpal yang lain.

Ini cukup mengejutkan mengingat Modi, dan partainya, Bharatiya Janata Party, telah menggunakan Twitter, Facebook, WhatsApp, dan beberapa layanan internet lainnya dengan sangat efisien untuk mempromosikan informasi dan agenda mereka. Media sosial juga memainkan peran penting dalam kampanye Pemilu India tahun lalu.

Selain itu, kantor PM Modi juga memiliki aplikasi bernama NaMo untuk membagikan pemikirannya kepada orang-orang. Ini adalah salah satu aplikasi yang paling banyak diunduh di Google Play Store di India. Tidak ada kejelasan apakah aplikasi NaMo juga akan dihapus.

Bagi PM Modi, rehat dari media sosial setidaknya dapat memberikan kedamaian baginya. Bagaimana menurut kalian? Perlukah seorang pemimpin aktif di media sosial?



Simak Video "Momen PM India Disuntik Vaksin Buatan Dalam Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)