Puluhan Ribu Benih Baru Disimpan di Brankas 'Anti Kiamat'

Puluhan Ribu Benih Baru Disimpan di Brankas 'Anti Kiamat'

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 26 Feb 2020 13:34 WIB
Svalbard Global Vault
Brankas 'anti kiamat. Foto: Dok. Global Crop Diversity Trust
Jakarta -

Puluhan ribu benih tanaman dari seluruh dunia mulai disimpan di brankas yang berlokasi di Svalbard, Norwegia. Ini adalah 'setoran' benih terbesar pertama sejak brankas tersebut diperbarui.

Benih-benih yang disimpan tersebut mulai dari bibit bawang dari Brazil, buncis dari Asia Tengah, sampai bibit bung liar dari Inggris. Benih-benih tersebut kini mulai disimpan di brankas dengan tingkat keamanan tinggi yang bernama Global Seed Vault itu.

Brankas tersebut tersimpan di dalam sebuah gua di pegunungan yang lokasinya sekitar 1200 kilometer dari Kutub Utara. Ada sekitar 60 ribu benih baru yang ditambahkan, dan membuat perbendaharaan benihnya mencapai lebih dari satu juta.

1 juta benih itu mewakili lebih dari 5000 spesies tanaman, yang dikumpulkan sejak brankas ini mulai beroperasi pada 2008. Brankasnya sendiri dibangun di bawah tanah pegunungan, dan dedesain sekuat mungkin untuk menahan bermacam bencana yang mungkin terjadi, sering juga disebut sebagai brankas 'anti kiamat'.

Suhu di dalamnya dibuat mencapai minus 18 derajat celcius untuk mengawetkan benih yang disimpan di dalamnya. Namun kalaupun sampai listriknya mati, bebatuan yang menyelimuti bangunan tersebut diharapkan bisa tetap menjaga benih-benih tersebut tetap membeku.

Brankas ini dibuat untuk menjaga DNA dari tanaman-tanaman yang ada di dunia untuk memastikan kelangsungan hidupnya. Hal itu dilakukan untuk memastikan makanan yang ada di bumi bisa mencukupi kebutuhan setiap manusia yang ada.

Global Seed Vault ini juga dibangun sebagai cadangan dari seitar 1700 brankas sejenis yang ada di tempat lain di seluruh dunia. Jadi semisal brankas regional itu hancur karena bencana seperti banjir, ataupun rusak karena perang dan sejenisnya, bakal tetap ada cadangan benih yang tersimpan.

Tak cuma itu, Global Seed Vault juga baru-baru ini mendapat pembaruan agar bisa tahan terhadap perubahan iklim, yang belakangan menjadi masalah global yang sangat serius, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Rabu (26/2/2020).

"Sangat jelas, (perubahan iklim) adalah masalah besar bagi pertanian secara global," ujar Hannes Dempewolf, head of global initiatives di Crop Trust.



Simak Video "Penyelundupan Benih Lobster Rp 66 Miliar ke Singapura Digagalkan!"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)