Senin, 10 Feb 2020 16:48 WIB

5 Sikap Berinternet Aman untuk Anak yang Ingin Diajarkan Google

Virgina Maulita Putri - detikInet
FILE PHOTO: An illuminated Google logo is seen inside an office building in Zurich September 5, 2018. REUTERS/Arnd WIegmann/File Photo 5 Sikap Berinternet Aman untuk Anak yang Ingin Diajarkan Google (Foto: Arnd WIegmann/Reuters)
Jakarta -

Google hari ini meluncurkan program Tangkas Berinternet untuk mengajarkan etika berinternet yang aman untuk anak dan orang tua. Program ini diluncurkan untuk memperingati Hari Aman Berinternet Sedunia yang jatuh pada 11 Februari setiap tahunnya.

Tangkas Berinternet sebenarnya merupakan bagian dari kampanye global Google bertajuk Be Internet Awesome. Tapi materinya disesuaikan dengan karakter dan kebiasaan sehari-hari orang Indonesia.

Google pun mengajarkan lima hal dasar sebagai bagian dari Tangkas Berinternet yaitu cerdas, cermat, tangguh, bijak dan berani. Lima unsur ini tidak hanya bisa membantu anak untuk berinternet dengan lebih aman tapi juga lebih ramah.

"Cerdas itu langkah-langkah bagaimana anak tahu harus berbuat apa terhdap informasi yang sangat cepat menyebar, seperti bahaya oversharing dan bahaya untuk tidak memposting hal-hal yang nanti mereka sesali," kata Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Google Indonesia, Putri Alam di Jakarta, Senin (10/2/2020).

Anak juga harus diajarkan untuk lebih cermat saat berinternet agar bisa menilai mana informasi yang benar dan mana informasi yang salah agar tidak mudah gampang terpengaruh.

Anak juga harus tangguh dalam menjaga privasi dan keamanan pribadi mereka. Jadi anak harus diajarkan untuk melindungi data pribadi mereka dan menggunakan password yang aman.

Untuk melindungi anak dari perundungan siber (cyberbullying), program Tangkas Berinternet juga akan mengajarkan anak untuk menjadi lebih bijak saat menemui kasus cyberbullying di lingkungannya.

"Materi ini akan mengajarkan anak-anak bila mereka melihat kasus cyberbullying online dan membela mereka yang di-bully. Dan harus memperlakukan orang lain seperti yang mereka ingin diperlakukan," jelas Putri.

Anak juga didorong untuk berani berbicara dengan orang tua dan gurunya jika menemukan sesuatu yang dirasa janggal di internet.

"Tentunya ini harus didukung dengan keadaan rumah yang kondusif yang mendorong anak agar bisa berkomunikasi dengan terbuka," pungkasnya.



Simak Video "Napak Tilas Kisah Budaya hingga Kelestarian Bumi Lewat Google Earth"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)