Cerita Ganjar yang Suka Colek Bawahan Lewat Twitter

Cerita Ganjar yang Suka Colek Bawahan Lewat Twitter

Jauh Hari Wawan S. - detikInet
Sabtu, 01 Feb 2020 20:00 WIB
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di kantor Biro Jateng-DIY, Sabtu (1/2/2020).
Ganjar Pranowo. Foto: Tim Detikcom
Yogyakarta -

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dikenal sebagai pribadi yang aktif di media sosial. Bahkan dia tak jarang membalas satu persatu direct message (DM) atau mention di Twitter. Ganjar mengaku sebagian besar pesan yang masuk ke akun pribadinya itu dijawab sendiri olehnya.

"Ya ada momennya, kapan saatnya saya punya waktu kapan tidak, mana penting mana tidak, meskipun sebagian besar saya handle sendiri," kata Ganjar kepada detikcom di Kantor detikcom Biro Jateng-DIY Jalan Bung Tarjo, Baciro, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Sabtu (1/2/2020).

Ganjar menjelaskan setiap balasan di media sosial ada ciri khusus. Jika bahasa di media sosial itu runut, maka yang menjawab bukanlah Ganjar, melainkan stafnya atau Humas Pemprov Jateng.

"Bahasanya ketahuan. Biasanya kalau bahasa Humas lebih rapi, terstruktur, runut. Aku kan slengekan, jadi kalau runut kan lucu," jelasnya.

Namun, momennya berinteraksi di media sosial merupakan bagian dari pekerjaannya."Tapi kenapa saya retweet kenapa saya cc dan sebagainya, itu sebenarnya saya lagi bekerja," tegasnya.

"Kalau itu saya cc berarti itu saya lagi menugaskan," lanjutnya.

Setiap ada aduan, Ganjar akan menyampaikan kepada instansi terkait. Dia meminta agar aduan itu segera direspons bawahannya maksimal 1x24 jam.

"Dan itu nanti diukur di dashboard saya, jadi kalau dia tidak nolong dalam waktu 1x24 jam nggak respons dia langsung masuk catatan. Kalau sudah tiga kali atau lebih tidak direspon nanti saya telpon, 'wes bosen dadi kepala dinas po pak? (sudah bosan jadi kepala dinas, pak?)'," kata Ganjar sambil tertawa.

Ganjar menjelaskan cara-cara itu dia lakukan sebagai bagian dari reformasi birokrasi. Yakni memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat.

"Itu betulan. Itu reformasi birokrasi tanpa sadar jalan," katanya.

Pada masa awal dia menerapkan hal itu, banyak yang tidak respons. Sebab, kata Ganjar, masih banyak pejabat yang gagap dengan teknologi dan media sosial.

"Dulu sering tidak respons karena gagap, tapi sekarang tidak. Mereka dulunya juga tidak percaya kalau saya membaca. Karena generasinya beda. Ketika di cc di Twitter awalnya juga tidak dianggap serius," jelasnya.

Namun, Ganjar tidak sembarangan untuk meneruskan informasi. Dia melakukan kroscek dengan menanyakan identitas pelapor dengan detail.

"Saya tanya ke yang cc, untuk memastikan pelapor ini bertanggung jawab. Saya ingin masyarakat Jawa Tengah atau pelapor harus bertanggung jawab," jelasnya.



Simak Video "Jepara Diguncang #gempa Jadi Trending di Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)