Kamis, 30 Jan 2020 20:25 WIB

Hindari Bakar Uang, Ini Cara GrabKios Bertahan

Nurcholis Maarif - detikInet
GrabKios Foto: Angga Laraspati/detikcom
Jakarta -

GrabKios percaya diri menghadapi persaingan bisnis di tahun 2020, terutama untuk menggaet warung-warung tradisional sebagai mitra bisnis. Bekal utamanya yaitu lengkapnya ekosistem Grab dan pengalaman dalam memberdayakan warung serta tak akan mengandalkan strategi 'bakar uang'.

Head of GrabKios Agung Nugroho mengatakan, banyak kompetitor yang kini masuk ke sektor warung-warung tradisional karena melihat GrabKios cukup berhasil. Namun, ia percaya GrabKios bisa bersaing karena lengkapnya ekosistem Grab dan punya pengalaman memberdayakan warung yang lebih lama.

"Yang pertama, nggak ada kompetitor yang selengkap punya ekosistem Grab. Kita di sini nggak sendiri sebagai GrabKios, kita sebagai bagian overall Grab ecosystem nggak cuma ada merchant, driver, semua itu bisa kita sinergikan. Nanti akan ada hal besar juga yang akan kita kerjakan, akan di-launching, gimana sinerginya misalnya antara GrabKios dan Grab transport," ucap Agung di Gama Tower, Jakarta pada Kamis (30/1/2020).

Lalu yang kedua, kata Agung, pihaknya punya pengalaman yang lebih panjang dalam menangani warung-warung ini. Meski menangani warung ini kelihatannya gampang, tapi menurut Agung, infrastrukturnya butuh banyak hal.

"Kayak misalnya kita mungkin sampai punya teknologi sendiri yang kita berikan ke tim sales di lapangan untuk visit warung. Itu teknologi kita buat in house, tahu salesforce apps? Itu aplikasi field officer, kita bikin buatan Indonesianya yang buat GrabKios dan itu dipakai di seluruh ekosistem Grab misalnya untuk merekrut merchant food," ujar Agung.

Agung juga menekankan yang terpenting bukan di kompetisi, tetapi dalam memberikan layanan untuk pemberdayaan warung-warung. Ia juga mengatakan kini bukan saatnya lagi bisnis digital selalu mengandalkan 'bakar uang'.

"Yang terpenting secara bisnisnya, semakin banyak agent, bisa dapat revenue yang lebih tinggi. Satu hal yang saya tekankan, bukan lagi di mana era bisnis digital itu bakar uang, itu era zaman dulu. Kalau ada yang masih bakar uang, gue angkat topi kalau bisa bertahan lama," ujar Agung.

Diungkapkannya, sekarang GrabKios lebih mengarah ke bisnis yang lebih berkelanjutan. Menurutnya, saat ini bagaimana pihaknya harus lebih pintar untuk membuat konsumen GrabKios yang loyal dan menguntungkan.

"Sekarang fokus di 2020 salah satu garis besarnya gimana caranya suatu bisnis ke arah yang sustainable. Bukan berarti nggak bakar uang, nggak ada promo juga, promonya harus lebih pintar, hal yang kita lakukan harus lebih pintar. It's about a loyal user, it's about creating profitable user, dia untung, gue untung, semuanya untung," pungkas Agung.

(prf/fay)