Kamis, 09 Jan 2020 13:50 WIB

Cegah Bullying, Pengguna Twitter Bakal Bisa Batasi Reply Tweet

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Twitter Foto: Twitter
Jakarta - Akan ada perubahan baru ditampilkan Twitter pada layanannya. Jejaring sosial mikroblogging ini berencana menambah fitur yang memungkinkan pengguna membatasi siapa yang bisa membalas tweet mereka.

"Sejumlah perubahan yang dilakukan akan fokus pada percakapan di platform tersebut, dan bertujuan mencegah terjadi bullying dan pelecehan di media sosial," kata Director of Product Management Twitter Suzanne Xie.



Seperti dikutip dari XDA Developer, perubahan terbesar yang dilakukan Twitter adalah merombak hal yang berkaitan dengan 'peserta percakapan' ketimbang hanya menyembunyikan tweet dari orang-orang yang tidak diinginkan untuk melihat.

Jadi dengan kemampuannya yang baru, pengguna bisa mencegah orang-orang yang tidak diinginkan melakukan reply. Pengguna bisa mengatur tweet-nya hanya terbatas pada satu hingga empat grup: Global, Group, Panel, dan Statement.

Kategori 'Global', sesuai namanya, memungkinkan siapa saja dapat membalas dan berinteraksi, sama seperti tweet publik biasa. Kemudian ada 'Group', yang terdiri dari orang yang sudah kalian beri tag dan follow.

'Panel' adalah orang-orang yang kalian tweet secara spesifik, sedangkan 'Statement' adalah kategori yang sepenuhnya mencegah terjadinya reply. Fungsi ini masih dalam riset dan segera akan ada uji coba untuk menjajalnya.

Disebutkan Suzanne, fitur ini dijadwalkan akan meluncur secara global akhir tahun ini, setelah menerima feedback dari pengujian publik.

"Kami juga sedang melakukan pengembangan lain, salah satunya pada thread, agar memungkinkan semua percakapan Twitter bisa dilihat dalam satu layar," ujarnya.



Menurutnya, hal tersebut akan memudahkan untuk melihat siapa yang me-reply pada siapa. Suzanne mengakui bahwa Twitter berantakan dalam hal ini, sehingga perubahan diperlukan untuk merapikannya sehingga jadi lebih nyaman buat pengguna.

Simak Video "Kini Pengguna Bisa Sembunyikan Komentar Balasan di Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fyk)