Selasa, 07 Jan 2020 08:47 WIB

ByteDance Diam-diam Benamkan Deepfake Maker di TikTok?

Rachmatunnisa - detikInet
Ilustrasi. Foto: TechEmergence
Jakarta - ByteDance kabarnya diam-diam membenamkan pembuat deepfake atau deepfake maker dalam serangkaian kode yang disembunyikan di TikTok versi terbaru.

Deepfake atau deep learning fake adalah teknik untuk sintesis citra manusia menggunakan kecerdasan buatan. Deepfake digunakan untuk menggabungkan dan menempatkan gambar dan video yang ada ke sumber gambar atau video menggunakan teknik pembelajaran mesin.

Karena kemampuannya ini, deepfake bisa disalahgunakan untuk membuat video porno selebriti palsu atau video tokoh-tokoh terkenal untuk membuat berita palsu dan penipuan.



Berdasarkan laporan TechCrunch, fitur rahasia ini ditemukan oleh Watchful.ai. Startup riset pasar aplikasi asal Israel ini menemukan keberadaan kode tersebut di aplikasi TikTok untuk Android versi terbaru dan Douyin, aplikasi lainnya milik ByteDance.

Watchful mengklaim mampu mengaktifkan serangkaian kode di Douyin untuk menguji fitur yang belum tersedia untuk umum tersebut. Fitur ini meminta pengguna memindai wajah mereka dari berbagai sudut dan sambil melakukan berbagai gerakan seperti berkedip, mengangguk, dan membuka serta menutup mulut mereka.

"Cara ini memungkinkan aplikasi TikTok dan Douyin mengumpulkan data yang cukup untuk memanipulasi wajah orang lain dalam berbagai adegan dan situasi," tulis TechCrunch dalam laporannya.

Data ini kemudian dapat 'dipasangkan' ke deepfake setelah memilih dari sekumpulan video yang ditawarkan oleh fitur. Hasilnya kemudian dapat dibagikan atau diunduh, meskipun akan memiliki tanda air untuk menandakan bahwa itu bukan rekaman nyata.

Pengguna kemudian bisa 'memasangkan' wajah mereka ke fitur deepfake setelah memilih dari sekumpulan video yang ditawarkan oleh fitur tersebut. Hasil 'kreasi' ini kemudian bisa dibagikan atau didownload. Meski demikian, terdapat watermark sebagai tanda bahwa video tersebut bukan video asli.

Menurut TechCrunch, video yang dibagikan Watchful menggunakan deepfake maker ByteDance tampak cukup 'mulus' berpadu dengan gerakan, pencampuran warna, dan ekspresi yang semuanya terlihat meyakinkan seperti video sungguhan.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, juru bicara TikTok membantah adanya deepfake maker pada aplikasinya, dan menyatakan tidak ada rencana untuk meluncurkannya.

"Fragmen kode yang tidak aktif itu sedang dihapus untuk menghilangkan kebingungan di antara pengguna," kata juru bicara tersebut.


Sementara itu, juru bicara Douyin tidak memberikan keterangan apakah fitur tersebut akan diluncurkan atau tidak, setidaknya di negeri asalnya China.

ByteDance bukan perusahaan media sosial pertama yang mulai memperlihatkan ketertarikan pada teknologi deepfake yang kontroversial. Baru-baru ini, Snapchat juga terlihat menguji fitur serupa bernama Snapchat Cameos di sejumlah negara dan rencananya akan segera dirilis secara global.

Simak Video "Pensiun Main TikTok, Ini Kesibukan Bowo Alpenliebe"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)