Minggu, 22 Des 2019 17:24 WIB

Netizen Penasaran Kenapa Tol Japek Bergelombang

Rachmatunnisa - detikInet
Tol Japek bergelombang bikin netizen penasaran. Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta - Jalan tol Jakarta-Cikampek II (elevated) atau Japek layang telah dibuka sejak akhir pekan lalu. Tol yang membentang sepanjang 36,4 kilometer ini bikin netizen penasaran karena dibuat bergelombang.

Hal ini dapat dilihat dari keyword atau kata kunci pencarian Google. Ketika kita baru mengetikkan 'tol japek' saja, akan muncul auto suggestion Google: 'tol japek bergelombang' dan 'tol japek gelombang' di urutan teratas.

Netizen Penasaran Kenapa Tol Japek Bergelombang


Dicoba dengan mengetikkan kata 'kenapa tol', langsung muncul suggestion teratas secara berurutan: 'kenapa tol japek bergelombang', 'kenapa tol layang bergelombang' 'kenapa tol layang japek bergelombang', dan 'kenapa tol jakarta cikampek bergelombang'.

Netizen Penasaran Kenapa Tol Japek Bergelombang

Untuk diketahui, fitur ini disediakan oleh Google secara otomatis untuk memudahkan penggunanya melakukan pencarian. Suggestion sendiri artinya adalah disarankan. Jadi sewaktu kita mengetikkan kata dalam kotak pencarian Google, akan muncul deretan suggestion di bawahnya.

Tujuannya, memandu kalian melakukan pencarian yang relevan berdasarkan kata pertama yang ditulis. Fitur ini mengacu pada keyword yang paling banyak diketikkan atau diucapkan--untuk pencarian menggunakan fitur suara--orang ketika mencari konten tertentu.

Berbicara mengenai tol Japek layang, sejumlah pengguna jalan ada yang melontarkan kritik dan keluhan. Sebabnya, kondisi jalan tol ini dirasa terlalu bergelombang untuk para pengendara.

Ada yang menilai gelombang yang dibuat terlalu berlebihan sehingga mengganggu kenyamanan bahkan membahayakan pengemudi. Ada juga yang menilai jalan bergelombang di tol Japek menimbulkan goncangan sehingga membuat pengendara mual. Jadi tidak heran kalau dalam auto suggestion Google search pun muncul keyword 'tol japek bikin mual'.



Lantas kenapa sih, jalan tol Japek dibuat bergelombang? Direktur Operasional PT Waskita Karya(Persero) Bambang Rianto selaku kontraktor jalan tol ini membeberkan alasannya.

Bambang mengatakan konstruksi Japek layang bergelombang karena banyaknya proyek di sekeliling jembatan, mulai dari jembatan penyeberangan orang (JPO) hingga simpang susun.

"Jalan tol layang ini sebetulnya kalau kita lihat di bawahnya, di antaranya ini ada JPO, ada juga yang namanya simpang susun. Dan ada 200 ribu kendaraan aktif per hari. Kemudian di sampingnya ini ada KCIC (kereta cepat), kemudian ada lagi LRT (Jabodebek). Terus ada juga Sutet (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi)," kata Bambang kepada detikcom.

Dia menjelaskan, posisi Japek layang yang berada di tengah-tengah proyek lain membuat konstruksi mau tak mau harus dibuat bergelombang. Harus ada jarak antara Japek layang dengan proyek lain seperti JPO dan simpang susun.

"Satu hal, simpang susun paling tinggi itu elevasinya 13 meter. Jadi kalau ditambah clearance maka jembatan tol elevated ini ditambah clearance 5,1 meter harus tingginya 18 meter," jelasnya.

"Jadi kalau jalan tol ini kita bikin lurus semua, itu harus ketinggiannya 18 meter. Coba bayangkan 18 meter atau sama dengan 20 meter dengan ditambahkan konstruksi yang lain, itu ekuivalen dengan kalau ini ada gedung, kira-kira di lantai 5," sambung Bambang.



Selain berbahaya jika dibangun lebih tinggi, biaya investasi yang akan dikeluarkan untuk Japek layang juga bisa lebih mahal. Karena itu, satu-satunya cara ialah dengan membuat konstruksi jalan bergelombang.

Nah, jadi itu dia alasannya. Gimana, sudah gak penasaran lagi kan?

Simak Video "Blak-blakan Bos Waskita: Konstruksi Tol Japek Elevated Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)