Situs 'Teroris' Anshar.Net Hasil Carding
- detikInet
Jakarta -
Setelah diamati dan diteliti, situs yang diisukan dibuat teroris itu sempat menghilang dan berpindah-pindah alamat hosting. Pantas saja, situs itu dari hasil carding atau penipuan kartu kredit.Menurut pengamatan detikinet hingga saat ini, Minggu (20/11/2005), situs anshar.net sendiri tidak dapat dibuka. Ada kemungkinan situs itu down (mati-red) karena terlalu banyak yang mengunjungi, atau situs itu memang sudah dipindahkan alamat internet protocol-nya (IP Address) atau alamat webhosting-nya.Dari hasil pengamatan detikinet, situs itu malah sudah menyembunyikan nama, alamat dan administrator yang melakukan webhosting atau mengelola situs tersebut. Yang menarik, situs itu sekarang dikelolala oleh perusahaan dengan alamat ns.israel-webhosting.com."Benar sekali, hosting situs tersebut baru saja pindah," kata pengamat telematika Roy Suryo, ketika dihubungi detikinet. "Ada hal menarik, ternyata domain-nya positif hasil carding. Tim kita sudah bicara per telepon dengan yang punya credit card, orang San Jose, AS. Si pelaku cukup banyak berinteraksi di dunia cracking dan carding, nickname-nya maxfider," tambahnya. Sebelumnya, pembaca detikinet yang bernama Ario Laksamana juga berpendapat, situs tersebut bukan dimiliki oleh orang Indonesia, bertempat pendaftaran di AS dan server webhosting-nya berada di Israel. Bahkan dia berasumsi situs itu dibuat oleh negara-negara yang mengeluarkan 'travel warning' ke Indonesia.Roy membenarkan tentang banyak pihak menyangka perusahaan yang menghosting server berada di Israel, tapi ternyata bukan. "Nama lokasi server sekarang berada di Texas AS, bukan di Israel. Banyak yang menyangka di Israel, karena perusahaan hostingnya memang perusahaan Israel. Tampaknya ini akan bisa jadi cerita 'Perburuan Cyber Terorism' yang menarik dan serius," papar Roy.Dia juga membenarkan tentang adanya kemungkinan perubahan data kepengelolaan situs itu karena hanya hasil dari penipuan kartu kredit. Roy mengaku telah berkonsultasi dengan anggota Tim AirPutih seperti Edwardo Rusfid dan Valens Riyadi. "Ada wacana name server-nya ini diganti, tapi ternyata memang dipindah. Kemungkinan untuk menghapus jejak. Toh mereka nothing to lose. Hal ini makin mengarah ke alternatif kedua yaitu dibuat oleh simpatisan gerakan teroris itu," tutur Roy.Roy mengatakan pihak pengelola situs itu juga selalu berusaha menutupi jejak perpindahan mereka. "Sekarang yang penting, pihak kepolisian seharusnya menanyakan kepada adminnya, apakah admin yg di Boston atau di Texas. Baru nanti di crosscheck, nanti juga ketemu IP-nya," ia menambahkan.
(rou/)