Berlambang Granat, Anshar.Net Situs Teroris?
- detikInet
Jakarta -
Situs Anshar.net disebut-sebut sebagai situs yang menyebarluaskan buah pikiran teroris seperti Dr.Azahari dan Noordin M. Top. Situs berlambang granat itu memang menampilkan pesan yang ngeri. Seperti apa?Saat pertama dikunjungi, situs Anshar.net menampilkan kesan yang cukup angker. Betapa tidak, dua pucuk senjata bersandingan mendampingi lambang granat dan tulisan 'Anshar El-Muslimin' (dalam huruf latin dan arab). Di halaman awal, pengelola situs juga menampilkan hadis Nabi Muhammad.Terdapat cukup banyak menu dalam situs Anshar.net. Tapi praktis yang bisa diakses dengan baik, dan oleh karena itu agaknya menjadi konten utama, adalah menu berjudul Syaikh Mukhlas.Isi menu tersebut adalah sebuah tulisan yang terdiri dari 15 halaman. Tulisan yang mengutip ayat-ayat suci dan hadis itu menganjurkan 'jihad' berupa perlawanan fisik terhadap semua unsur yang dianggap sebagai musuh islam. Soal kondisi dunia saat ini, misalnya, Mukhlas mengatakan tidak ada pilihan untuk netral."Maka dalam hal ini, hanya ada satu dari dua pilihan, apakah memihak kelompok yang membawa panji-panji kebenaran atau yang mengusung panji kebatilan. Tidak ada pilihan yang ketiga, tidak ada netral atau non blok dalam pergolakan ini." Demikian tertulis dalam situs itu.Mukhlas pun menyebut George W. Bush, pemimpin negara adidaya Amerika Serikat, sebagai iblis yang dilaknat Tuhan. "Lihat Iblis Bush -laknatullahi alaihi- yang senantiasa mendapat dukungan dari penguasa munafiqin, dan ulama'-ulama' Bal'amnya dengan sesuka hatinya mempermain-mainkan Islam dan kaum muslimin dari hari ke hari."Skenario SeranganJika tulisan Mukhlas itu sudah cukup membuat ngeri, itu belum apa-apa. Di bagian menu Taktik terdapat serangkaian tulisan yang agaknya merupakan skenario pembunuhan. Mulai menggunakan senjata, granat, hingga kombinasi granat dan senjata dibeberkan di situ.Pada halaman pertama dirinci skenario pembunuhan dalam kondisi kemacetan lalu lintas atau antrian. Di halaman dua dibeberkan aksi serupa namun di jalan raya. Sedangkan di halaman ketiga aksi dilakukan jika sang target berjalan kaki."Rajah diatas menunjukkan kawasan yang sering dilewati bule semasa keluar makan siang. Biasanya bule-bule yang berkantor di MU, Ra, XL dan Dm makan dan shopping di Amb atau ITC. Mereka akan berjalan melewati zona biru. Disitulah mereka diserang." Dari kalimat tersebut, agaknya sasaran aksi adalah ekspatriat yang bekerja di Jakarta.Penelusuran di database WHOIS tidak bisa menampilkan pendaftar sesungguhnya dari situs tersebut. Data pemilik dan administrator situs ditutup dengan jasa penyembunyi dari Joker.com.
(wsh/)