Minggu, 01 Des 2019 16:18 WIB

Pakai GrabExpress, Bisnis Kerupuk Kulit Mojang Bandung Laris Manis

Nurcholis Maarif - detikInet
Foto: Dok. Grab Indonesia Foto: Dok. Grab Indonesia
Jakarta - Sebelumnya tak pernah terbayang di benak Ulfah Nurfebrianti (25) untuk menjalankan atau bahkan memulai suatu bisnis. Pasalnya, ia dan keluarganya tak memiliki latar belakang wirausaha.

Namun, siapa kira mojang asal Bandung ini kini punya 200 reseller dan distributor di 25 kota di Indonesia. Adapun bisnis yang dijalankan Ucu, sapaan akrabnya, ialah kerupuk khas Jawa Barat yaitu dorokdok atau kerupuk kulit.

Seperti dilansir dari situs Grab, Minggu (1/12/2019), Ucu mengatakan saat Mei 2019, ia yang senang jalan-jalan ini mengunggah Instagram Story soal dorokdok. Dorokdok yang dibungkus plastik sebesar guling itu ternyata direspons teman-temannya.

Mereka, kata Ucu, meminta dirinya mengirimkan dorokdok ke rumahnya. Beberapa waktu kemudian, teman-temannya ternyata meminta dorokdok itu dikirim lagi.

"Modal awal jualan itu Rp 1,5 juta. Dulu aku minjem ke orang tua. Dulu siang-siang aku bilang, 'Mah, pinjem uang ya, sore ini aku balikin'," kata Ucu.


"Uang itu aku beliin 15 bungkus dorokdok. Dulu modal dua foto doang di Instagram. Aku open order di story soal dorodok guling ini," imbuh Ucu.

Akhirnya, kata Ucu, dari 15 bungkus yang dijual, ternyata yang minat ada 32 orang. Sore itu, uang modal dari orang tuanya dikembalikan dan diputar hingga usaha bernama Dorokdokcu sebesar saat ini. Dorokdokcu adalah gabungan dari dorokdok dan nama panggilannya, Ucu.

"Awalnya dari 15 bungkus per hari, kini sekitar 4.500 bungkus bisa terjual per hari," tutur Ucu.

Ucu juga mengatakan pasar dari Dorokdokcu berfokus di media online sehingga koneksinya lebih luas. Dalam sehari, 30-50 pengiriman dorokdok atau sekitar 80% menggunakan layanan GrabExpress.

"Kita tinggal masukin titik penjemputan dan titik yang dituju, terus mitra kurirnya datangnya cepat, pokoknya membantu banget untuk bisnis. Saya juga paling suka dengan fitur pelacakan langsung dan bukti pengiriman," ucap Ucu.

"Jadi saya tinggal kirim tautan pengiriman ke pelanggan dan kita bisa sama-sama tahu kurir sudah ada di mana. Saat pengambilan dan pengantaran barang, kurir juga akan ambil foto barang dan akan dikirimkan kepada kami setelah pengiriman selesai. Jadi lebih aman pastinya," jelas Ucu.

Selain itu, Ucu juga mengajak kawannya, Lutfi Azhar, untuk mengembangkan bisnis ini. Mulai dari pengembangan varian rasa, promosi, dan sebagainya.

Lutfi mengatakan kini Dorokdokcu yang memiliki varian rasa jeruk pedas, pedas gurih, original, asin gurih, jagung bakar, pedas cikur, dan barbeque ini terjual 33 ribu sampai 50 ribu bungkus dalam sebulan.


"Kalau reseller di Bandung sudah ada 200 lebih. Kalau distributor sudah ada di 25 kota di Indonesia. Di Sumatera buka di Lampung dan Palembang. Di Kalimantan ada di Banjarmasin. Bandung sendiri sudah ada lima 5 distributor," ujar Lutfi.

"Dalam waktu dekat, Dorokdokcu akan membuka cabang di Balikpapan, Samarinda, Pontianak, dan Palangkaraya," imbuhnya.

Untuk omzet, Lutfi hanya mengatakan dari yang dulu dirinya dan Ucu tidak bisa membeli mobil kini bisa membeli mobil dari penjualan Dorokdokcu. Namun, ada hal selain materi yang membuat Ucu dan Lutfi bersyukur dan bahagia, yakni bersilaturahmi dan membantu sesama.

"Dorokdokcu istilahnya menyatukan dunia. Dorokdokcu membuat kami senang karena dari sini kami bertemu teman-teman lama. Ketemu teman SMA, SMP, SD, yang jadi reseller," ujar Lutfi.

"Terakhir ketemu mungkin 10 tahun yang lalu, tapi dengan dorokdok ini jadi ketemu lagi," imbuhnya.

Ke depan, Ucu dan Lutfi berencana mengembangkan usahanya jadi go internasional dan membangun rumah tahfiz Alquran.


Pakai GrabExpress, Bisnis Kerupuk Kulit Mojang Bandung Laris Manis


Simak Video "Yuk Pesan Menu Eksklusif Lewat GrabFood Signature"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/fay)