Jumat, 22 Nov 2019 18:38 WIB

Stafsus Presiden Milenial Disebut Tanda Baik Buat Startup

Agus Tri Haryanto - detikInet
Yenni Wahid. Foto: Agus Tri Haryanto/inet Yenni Wahid. Foto: Agus Tri Haryanto/inet
Jakarta - Yenny Wahid menilai apa yang dilakukan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan menggaet staf khusus (stafsus) presiden yang berasal dari kalangan milenial, khususnya dari penggiat startup, adalah untuk menggenjot startup yang tengah berkembang di Indonesia.

Seperti diketahui, tujuh muda-mudi yang ditunjuk jadi stafsus presiden, dua di antaranya pelaku perusahaan rintisan digital, yakni Founder dan CEO Ruangguru Adams Belva Syah Devara dan Founder dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra.

"(Itu) bagus karena dia bisa memahami ekosistem apa yang dibutuhkan startup baru untuk bisa muncul," kata Yenny ditemui di sela-sela acara Disrupto, Jakarta, Jumat (22/11/2019).


Yenny yang juga anak dari Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau dikenal Gus Dur mengatakan, di masa mendatang Indonesia harus menambah lagi jumlah startup, di mana startup ini memungkinkan adanya pemecahan berbagai persoalan.

"Ke depan kan kita butuh lebih banyak lagi startup-startup baru, startup yang bisa menjadi solusi berbagai persoalan yang dihadapi bangsa," ujar dia.

Sejak masa pemerintahan Jokowi yang pertama, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berupaya melahirkan startup anyar dengan program Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital.

Upaya tersebut terus berlanjut di masa kepemimpinan Jokowi-Ma'Aruf Amin. Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital masih digerakkan. Selain melahirkan startup, adapun misi pemerintah ini untuk menciptakan startup unicorn lebih banyak lagi.

Sebagai informasi, Indonesia baru memiliki empat unicorn yang di antaranya Traveloka, Tokopedia, Bukalapak, dan Ovo. Sedangkan, Gojek sudah naik satu tingkat levelnya menjadi decacorn.



Simak Video "Kritik Fadli Zon Soal Stafsus Milenial Jokowi: Cuma Pajangan"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)