Rabu, 20 Nov 2019 07:21 WIB

Gojek: Tak Mudah Ojol Diterima di Malaysia

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Pemerintah Malaysia telah memberikan lampu hijau untuk layanan ojek online (ojol) mengaspal. Kendati begitu Gojek merasa tidak akan mudah bagi layanan ojol diterima di Negeri Jiran.

Group Head of Online Transport Services Gojek, Raditya Wibowo berpendapat orang Malaysia tidak terbiasa dengan budaya menjadi penumpang yang diangkut dengan sepeda motor. Kondisi tersebut berbeda dengan di Thailand maupun Vietnam.


Karena itu Gojek melakukan persiapan ekstra saat melakukan ekspansi ke sana. Agar ojek bisa menjadi layanan transportasi yang nyaman dan aman bagi masyarakat di Malaysia.

"Mengendarai Gojek untuk pertama kalinya bisa menjadi pengalaman yang menakutkan, jadi kami membutuhkan solusi yang dapat diterima dengan baik oleh pelanggan dan pengendara di Malaysia," kata Raditya seperti dilansir dari New Straits Times, Rabu (20/11/2019).



Group Head of Online Transport Services Gojek Raditya WibowoGroup Head of Online Transport Services Gojek Raditya Wibowo Foto: (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Sebelumnya diberitakan operasional Gojek di Malaysia sudah mendapatkan restu dari pemerintah Malaysia. Rencananya, Gojek segera mengaspal di awal tahun depan, yakni Januari 2020.

Menurut Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke Siew Fook, Gojek akan mulai beroperasi di Malaysia setelah melalui proses peninjauan lebih dari enam bulan untuk mengukur permintaan untuk layanan mereka atau proof-of-concept (POC).

"Periode POC ini juga akan memungkinkan pemerintah dan perantara perusahaan untuk mengumpulkan data, menilai tingkat permintaan dan tingkat penerimaan dan persyaratan operasional lainnya sehubungan dengan layanan ojek online," kata Anthony saat rapat di Dewan Rakyat beberapa waktu lalu.

Keberadaan layanan ojol akan diatur oleh peraturan perizinan atau peraturan di bawah UU Transportasi Jalan 1987 (UU 333), UU Badan Perizinan Kendaraan Komersial (UU 334) dan UU Transportasi Umum Pertanahan 2010 (UU 715).


Anthony berharap dengan adanya ojol dapat mendorong masyarakat Malaysia menggunakan layanan transportasi umum.

"Layanan sepeda-memanggil ini akan menjadi salah satu komponen kunci dari upaya pemerintah untuk menyediakan sistem transportasi umum yang komprehensif karena akan membantu ke layanan konektivitas mil pertama dan terakhir," katanya.

Simak Video "Perwakilan Ojol Indonesia Memaafkan Bos Taksi Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)