Selasa, 19 Nov 2019 09:57 WIB

Netizen China Sebut Mark Zuckerberg Pengkhianat, Kenapa?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Mark Zuckerberg di China. Foto: Facebook Mark Zuckerberg di China. Foto: Facebook
Beijing - Walau Facebook diblokir di China, Mark Zuckerberg banyak diidolakan di sana. Zuck bahkan cukup sering mengunjungi negeri Tirai Bambu. Akan tetapi, beberapa pernyataannya belakangan membuat Zuck menuai kritikan.

Sebuah artikel tentang Zuck beredar di WeChat, di mana Zuck berkomentar tentang kebebasan berekspresi di Facebook. Ia beberapa kali menyinggung China, termasuk keputusan Facebook tidak memblokir iklan politik adalah karena tidak mau menyensor seperti yang dilakukan Cina.

"Apakah itu internet yang kita inginkan?" kata Zuck sembari mengklaim bahwa perbedaan pandangan itulah yang membuat Facebook diblokir di sana.


Dikutip detikINET dari South China Morning Post, Facebook memang kena cekal di China namun mereka tetap berbisnis di sana. Sekitar 10% dari pendapatan tahunan Facebook yang sekitar USD 5 miliar berasal dari China.

Zuck mengkritik pula TikTok yang disebutnya patuh pada pemerintah China lantaran menyensor konten mengenai demonstrasi Hong Kong. Kemudian dia membela mata uang digital Libra yang sedang banyak diawasi dan dipertanyakan, dengan argumen bahwa China bisa dominan tanpa pesaing.

Artikel di WeChat itu telah menuai lebih dari 100 ribu pemirsa dan komentar pun berdatangan. Ada yang menganggap Zuck sebagai pengkhianat dan menusuk dari belakang.

Padahal dulu Zuck sukses merebut hati warga China dengan kemampuannya berbahasa Mandarin, mengunjungi dan jogging di Beijing sampai rutin mengucapkan selamat tahun baru China. Namun memang tujuan utamanya agar Facebook kembali beroperasi di China tidak tercapai.



Simak Video "Mengapa Facebook dan Instagram 3 Kali Tumbang Dalam Setahun?"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/jsn)