Minggu, 17 Nov 2019 08:41 WIB

Sembunyikan Jumlah Like Tuai Protes, Instagram Bersuara

Fino Yurio Kristo - detikInet
Aplikasi Instagram. Foto: Carl Court/Getty Images Aplikasi Instagram. Foto: Carl Court/Getty Images
Jakarta - Instagram telah menguji coba menyembunyikan jumlah Like di beberapa negara, termasuk Indonesia. Pendukungnya tak sedikit, namun suara kontra juga bermunculan.

Instagram menyebut umpan balik awal di negara tempat uji coba, yaitu Brasil, Australia, Kanada, Irlandia, Italia, Jepang dan Selandia Baru, kebanyakan positif. Akan tetapi beberapa kreator konten mengkritik karena perhitungan Like termasuk pembuktian popularitas mereka di mata mitra.

"Bagaimana cara Instagram menaikkan pendapatan iklan? Dengan secara algoritma menurunkan engagement dan menyembunyikan Like, untuk mendorong brand langsung beriklan dengan mereka, bukan influencer," tweet blogger trave, Jax Austin.


Penyanyi Nicki Minaj juga mengancam boikot. "Aku tidak posting IG minggu ini karena mereka menghilangkan Like," tulisnya di Twitter, menambahkan bahwa ia siap memulai kehidupan baru tanpa Instagram.

Penyanyi Cardi B menilai komentar di Instagram lebih berbahaya ketimbang Like. Itulah yang menurutnya menjadi permasalahan Instagram.

"Pada permulaan Instagram, semua sangat fun, orang ingin posting foto, mendapat Like. Saya pikir Instagram berubah sedikit buruk ketika orang mulai Like komentar-komentar," begitu pendapatnya.

Instagram tak tutup telinga terhadap beragam protes itu sehingga mereka memikirkan alternatif dari Like. "Kami paham bahwa perhitungan Like penting bagi banyak kreator dan kami secara aktif berpikir bagaimana cara kreator berkomunikasi soal value mereka ke mitra," sebut Instagram.



Simak Video "Alasan Nadya Hutagalung Setuju Jumlah Like di Instagram Disembunyikan"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)