Jumat, 08 Nov 2019 21:15 WIB

Studi: Berjam-jam Main Gadget, Otak Bocah Bisa Rusak

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi anak pakai ponsel. Foto: iStock Ilustrasi anak pakai ponsel. Foto: iStock
Jakarta - Waktu yang dihabiskan anak-anak kecil di depan layar makin meningkat belakangan ini, baik di ponsel, tablet ataupun televisi. Penelitian terbaru menunjukkan aktivitas tersebut bisa mengganggu perkembangan otak yang sedang pesat-pesatnya.

Studi ini menggelar scan otak otak anak usia 3 sampai 5 tahun. Terungkap bahwa mereka yang berada di depan layar lebih dari sejam per hari dan tanpa keterlibatan orang tua, perkembangan materi putih di otak, area yang jadi kunci perkembangan bahasa, literasi dan skill kognitif, lebih rendah.

"Ini adalah studi pertama untuk mendokumentasikan hubungan antara penggunaan layar dan pengukuran struktur otak anak pra sekolah," ucap pemimpin studi, Dr John Hutton dari Cincinnati Children's Hospital.


"Hal ini penting mengingat otak berkembang paling cepat dalam lima tahun pertama. Itulah saat otak 'sangat plastik' dan menyerap segalanya, yang bertahan seumur hidup," cetusnya.

Partisipan yang semuanya dalam keadaan sehat menyelesaikan beberapa pengujian seperti tes kognitif. Mereka yang menghabiskan paling banyak waktu di perangkat elektronik atau televisi cenderung lebih rendah dalam hal mengucapkan bahasa ekspresif.

Mereka juga kesulitan untuk menamakan sebuah obyek dengan cepat, sebuah indikasi kecepatan pemrosesan otak yang lambat. Materi putih di otak pun lebih sedikit, yang penting untuk komunikasi antar neuron.

"Meskipun kami belum bisa menentukan apakan waktu di layar menyebabkan perubahan struktural itu atau berdampak jangka panjang, temuan ini bisa dilanjutkan studi lain untuk memahaminya dan bagaimana membatasi penggunaan teknologi," tambah Dr Hutton.


"Ingat bahwa semua ini relatif. Tapi mungkin bahwa seiring waktu, efeknya bisa bertambah. Kita tahu bahwa anak yang mulai dari belakang akan menjadi lebih ke belakang saat dewasa. Maka bisa jadi anak dengan otak yang lebih kurang berkembang cenderung kurang dapat membaca dengan sukses saat di sekolah," tuturnya lagi.

Lembaga Academy of Pediatrics (AAP) telah merekomendasikan anak usia 2 sampai 5 tahun untuk menghabiskan waktu hanya sejam per hari di depan layar. Orang tua juga harus awas dan mendampingi mereka.

Simak Video "Tips Membedakan Ponsel Resmi dengan Black Market"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)