Minggu, 03 Nov 2019 20:23 WIB

Elon Musk Trauma Liburan, Ini Sebabnya

Fino Yurio Kristo - detikInet
Elon Musk. Foto: Reuters Elon Musk. Foto: Reuters
Jakarta - Elon Musk, pendiri SpaceX dan Tesla, dikenal pekerja keras dan juga menghindari liburan banyak-banyak. Pasalnya, ia ternyata punya banyak pengalaman buruk soal berwisata.

Dikutip detikINET dari CNBC, semua kesuksesan Elon memang dibayar keringat. Ia pernah mengatakan agar startup yang didirikannya sukses, Elon rela bekerja sampai 100 jam seminggu.

Saat ini tak banyak yang berubah. Pada tahun 2018 misalnya, Elon tak segan tidur di pabrik Tesla dalam rangka mengejar produksi mobil Model 3.


"Saya tak punya waktu pulang ke rumah dan mandi. Saya tak percaya orang (pegawai-red) harus mengalami masa-masa berat sementara CEO malah liburan," cetusnya.

Musk mengaku sering sial kala liburan. Ia pernah mengatakan hanya dua kali liburan dalam 10 tahun, dan dua-duanya bermasalah.

"Dalam 12 tahun terakhir, saya hanya cuti seminggu selama dua kali. Pertama kalinya, roket Orbital Sciences meledak dan di minggu yang sama, roket Virgin Galactic juga meledak," kisah Elon.

"Pada waktu kedua kalinya saya cuti seminggu, roket saya yang giliran meledak," imbuhnya. Akan tetapi itu belum seberapa.


Elon dan istri pertama Justine, pernah bulan madu di Brasil dan Afrika Selatan. Nah di Afsel tanah kelahirannya itu, Elon malah kena malaria akut yang hampir merenggut nyawanya.

"Itulah pelajaran yang saya ambil dari mengambil liburan. Yaitu bahwa liburan akan membunuh Anda," tandasnya.

Simak Video "Canda Jokowi: Kalau Bamsoet Jangan Dikasih Sepeda, Udah Punya Tesla"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)