Sudah Sekarat, Startup Sewa Sepeda Ini Menolak Mati

Sudah Sekarat, Startup Sewa Sepeda Ini Menolak Mati

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 31 Okt 2019 16:07 WIB
Sepeda Ofo. Foto: Reuters
Jakarta - Ofo, startup sewa sepeda online asal China yang sedang babak belur, menolak menyerah. Media di China membahas bagaimana Ofo terkena jerat utang yang sangat dalam dan seolah sudah hampir mati, sesuatu yang dibantah Ofo.

Dikutip detikINET dari Caixing Global, sebuah akun di WeChat menuding bahwa Ofo meminjam sampai USD 240 juta untuk bisnisnya. Karena susah membayar, 45 juta sepeda Ofo sampai dilego.

Ofo membantah beberapa informasi soal keuangannya itu. Di sisi lain, mereka sedang berjuang untuk mengembalikan uang deposit yang diminta sekitar 10 juta usernya.


"Hampir setahun Ofo diketahui berada dalam masa yang sulit. Namun ia tidak menyerah," begitu pernyataan Ofo.

"Pada saat ini, kami melakukan segala upaya untuk menyelesaikan masalah deposit dan terus mencoba memenuhi keperluan pemakai sepeda," tambah mereka.

Pada Juni silam, dokumen pengadilan menyebutkan Ofo terbelit utang USD 36 juta pada pembuat sepeda Tianjin Fuji-Ta Bycicle Co yang dulu memasok sepeda pada mereka. Karena gagal bayar, Ofo diadukan ke pengadilan Tianjin.

Ditemukan pula bahwa Ofo sama sekali tidak punya aset apapun untuk membayar, baik dalam bentuk properti, tanah atau kendaraan. Rekening bank Ofo pun sudah dibekukan terkait kasus lain dan tidak ada uangnya sedikit pun.


Sebelum kejadian ini, Ofo pernah menjadi startup bernilai USD 2 miliar. Mereka jadi pionir sewa sepeda online, di mana untuk itu, peminat cukup melakukan scan kode QR dan jika sudah selesai, dapat meninggalkan sepeda di mana saja.

Ofo membeli sangat banyak sepeda yang dapat dengan mudah ditemukan hampir di seluruh perkotaan China, kemudian juga di mancanegara.

Sudah Sekarat, Startup Sewa Sepeda Ini Menolak Mati


Simak Video "Nggak Capek! Kini Keliling Monas Bisa Pakai ''Bike Sharing'' "
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)