Kamis, 24 Okt 2019 19:34 WIB

Kenalkan Rinna, Chatbot Pintar yang Mau Bantu Industri Kreatif Digital

Aisyah Kamaliah - detikInet
Foto: Microsoft Indonesia Foto: Microsoft Indonesia
Jakarta - Kenalkan Rinna, chatbot artificial intelligence (AI) buatan Microsoft. Rinna digambarkan sebagai sosok remaja perempuan yang gaul dan pintar. Sebagai produk AI, dia telah belajar mengenal emosi dan berbagai kemampuan lainnya.

"Kami memang mau mendukung industri kreatif salah satunya karena industri kreatif adalah salah satu yang penting, bertumbuh, berkembang di Indonesia," jelas Linda Dwiyanti, Director of Marketing and Operations Microsoft Indonesia di acara 10 Langkah Ria Miranda, Senayan City, Kamis (24/10/2019).



Indonesia sudah harus menuju industri 4.0 menurut Linda, dan karena revolusi industri inilah, kebutuhan penggunaan teknologi semakin maksimal. Dengan AI creation capability, tercipta berbagai inovasi dan kreasi, salah satunya empat scarf kolaborasi bersama desainer Ria Miranda.

"Nanti ke depannya dengan kemampuan AI Microsoft yang Rinna punya, kita mungkin akan berkolaborasi dengan industri lain. Tujuannya tetap sama untuk menunjukkan bahwa teknologi dan manusia harus bisa bekerja sama," sebutnya.

"Technology is technology, tapi manusianya yang membuat perbedaan. Ini bukan karena AI-nya, hari ini kita lihat Ria Miranda mau berkolaborasi dengan Microsoft sehingga membuat inovasi seperti hari ini. Jadi yang hebat manusianya, apakah mau mencobanya atau tidak," sambungnya.


Akankah AI kalahkan manusia?


Pandu Rosadi, Co-founder dan Managing Director Ria Miranda mengatakan, AI justru bukan mematikan pekerjaan seni melainkan menjadi salah satu jalan cepat untuk menciptakan kreasi.

"Nggak sih, justu mempermudah karena proses bukan cuma dari penentuan motif aja karena ada blueprint-nya. Dengan teknologi, ada satu fase dipermudah tapi begitu experience nggak serta merta kita pakai, cuma memang ada tahapan yang membuat lebih cepat dan mudah," ujarnya.



Pandu mengatakan, industri kreatif bisa dibilang salah satu yang sulit digantikan teknologi. Menurutnya, desain tetap membutuhkan dan sentuhan dari tangan artistik manusia.

Simak Video "AI-DA, Si Robot Multitalenta Ciptaan Universitas Oxford"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)