Selasa, 22 Okt 2019 11:26 WIB

Ini Ragam Alasan Driver Gojek Dukung Nadiem Jadi Menteri

Angga Laraspati - detikInet
Foto: Gojek Foto: Gojek
FOKUS BERITA Gojek Selepas Nadiem
Jakarta -

Founder Gojek Nadiem Makarim hadir di Istana Negara dalam rangka memenuhi undangan Presiden Joko Widodo. Kabar masuknya Nadiem dalam Kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo mengundang banyak respons baik dari para ahli maupun mitra-mitra driver Gojek.

Maun Radit dari Komunitas Energi Satu Aspal turut serta menyatakan dukungannya terhadap Nadiem sebagai menteri. "Kita mendukung karena kita melihat Gojek sangat signifikan memajukan dari sisi ketenagakerjaan," ujarnya.

Kreativitas Gojek yang menjalankan bisnis secara inovatif, menurut Radit, diharapkan juga berlanjut di pemerintahan. Dia tidak khawatir Gojek akan terganggu ketika Nadiem benar-benar sudah masuk pemerintahan. Sebab, kata dia, bisnis digital bisa bergerak sendiri.

"Pak Nadiem hanya memberikan arahan umum tetapi sistem sudah bisa berjalan dengan sendirinya. Pak Nadiem lebih dibutuhkan untuk masyarakat luas," Radit menjelaskan.

Menurutnya, sudah saatnya Nadiem naik level agar bisa berkontribusi lebih luas. Bukan hanya kepada Gojek dan sekitar dua juta mitra saja tetapi juga masyarakat Indonesia lebih umum.

"Kalau kita lihat sendiri di Gojek cepat (pertumbuhannya). Harapannya di pemerintahan juga begitu. Kita sama-sama tahu di pemerintahan sedikit lambat. Kita penginnya gaya mas Nadiem yang cepat membangun Gojek bisa diadopsi di pemerintahan," paparnya.

"Kita pro pak Nadiem jika jadi menteri di kabinet Jokowi dan Ma'ruf Amin. Sosok yang bisa diperhitungkan dalam membangun indonesia ke depan," ujar Cang Rahman dalam keterangan tertulis, Selasa (22/10/2019). Salah satu Driver Online yang juga Ketua Forum Komunitas Driver Online Indonesia (FKDOI) Cang Rahman mengaku dirinya bangga dengan adanya representasi keluarga besar transportasi online yang dipanggil ke Istana Negara.

Menurutnya, kepemimpinan Nadiem sudah terbukti di Gojek. Bagaimana perusahaan bisa terus bertumbuh dan menarik minat investasi banyak pihak dari dalam dan luar negeri.

"Beliau sebagai leader inovator dalam memprakarsai ojek online dan tidak hanya di Indonesia tapi juga tingkat dunia," tambahnya.

Menurut Rahman, bisa saja di dunia transportasi online Uber adalah pionir. Tapi, untuk memaksimalkan kendaraan roda dua seperti ojek online (ojol), kata dia, Gojek lah pionirnya. Menurutnya hasilnya setimpal bila Nadiem menjadi menteri nantinya.

Cang Rahman juga membantah adanya anggapan bahwa mitra ojek online tidak sejahtera Menurutnya, bicara hal tersebut sangat subjektif dan banyak faktor itu tergantung sudut pandang masing-masing.

Bagi Rahman, konsep kerjasama yang diterapkan Gojek, justru mendidik driver ojek online menjadi lebih mandiri dan dianggap sebagai seorang entrepreneur.

"Kenapa kita bilang entrepreneur? Karena kami mitra lho bukan pegawai. Bukan karyawan. Kami bekerja atas kemampuan kita sendiri," tambahnya.Ia pun merasa bahwa pengalaman-pengalaman dan latar belakang Nadiem Makarim tentunya akan dapat membantu Nadiem dalam memajukan bangsa Indonesia.

Ada pula pendapat yang sama disampaikan oleh Astri, anggota dari Aliansi Nasional Driver Online Indonesia (Aliando) ia mengatakan bahwa dirinya bangga terhadap pencapaian dari Nadiem.

Menurut Astri, berdasarkan pengalaman pribadinya, Nadiem bersama Gojek telah mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia. Ia juga merasa bahwa Nadiem sudah sangat pantas menjadi menteri karena telah berhasil membantu banyak rakyat kecil.

"Pak Nadiem sudah bangun untuk rakyat kecil sangat terasa sekali. Dalam empat tahun saya di GoCar merasakan itu. Saya pikir sudah sangat pantas pak Nadiem jadi menteri karena sudah banyak membantu rakyat kecil," ungkap ibu dari tiga anak itu.





Simak Video "Ditunjuk Jadi Menteri, Nadiem Makarim Bikin Heboh Warganet"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)
FOKUS BERITA Gojek Selepas Nadiem