Sabtu, 28 Sep 2019 15:13 WIB

Round Up

Penangkapan Ananda Badudu dan Crowdfunding yang Disalahpahami

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Foto: Ananda Badudu usai diperiksa polisi (Samsudhuha/detikcom)
Jakarta - Penangkapan Ananda Badudu lantaran aliran dana untuk aksi mahasiswa, berbuntut petisi di internet. Praktik crowdfunding yang lumrah bagi netizen, dipermasalahkan.

Pada Jumat (27/9) netizen dikagetkan dengan penangkapan jurnalis dan sutradara 'Sexy Killer' Dandhy Dwi Laksono dan musisi Ananda Badudu. Dandhy diamankan polisi karena ujaran kebencian, Ananda karena aliran dana untuk massa aksi mahasiswa.

Netizen pun berang dan lahirlah petisi online mendesak pembebasan keduanya. Dandhy dilepas dengan status tetap tersangka atas ujaran kebencian dari cuitan soal Papua.

Sementara, Ananda juga dibebaskan dengan status sebagai saksi. Netizen protes terhadap alasan polisi mencokok Ananda gara-gara crowdfunding.


Crowdfunding bagi netizen, apalagi anak milenial adalah praktik yang lazim untuk dilakukan. Polisi dianggap gegabah menyamakan crowdfunding dengan pendanaan aksi yang lazim dilakukan kubu-kubu politisi.

Lantas apa itu crowdfunding? Bagaimana cara kerjanya?

Crowdfunding atau urun dana adalah kegiatan pendanaan dalam nominal kecil dari banyak penyumbang. Kegiatan ini biasa dilakukan secara online lewat internet.


Crowdfunding biasanya dilakukan sebagai upaya pendanaan alternatif. Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk mendanai proyek komersial atau startup, atau untuk tujuan kemanusiaan seperti pendanaan biaya medis atau penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam. Untuk kali ini, Ananda melakukannya untuk aksi mahasiswa.

Penggalangan dana yang dilakukan oleh Ananda sendiri merupakan donation based crowdfunding. Artinya para donatur tidak mendapatkan imbalan apa pun dari sumbangan yang mereka berikan.

Penggalangan dana yang dilakukan oleh Ananda di platform Kitabisa telah berhasil menggalang dana sebesar Rp 175 juta dari target sebesar Rp 50 juta. Tenggat waktu penggalangan dana ini akan berakhir 25 hari lagi dari sekarang dan saat ini telah menggalang dana dari 2.129 donatur. Raihan ini melebihi ekspektasi Ananda sendiri.

Penangkapan Ananda dan Crowdfunding yang DisalahpahamiFoto: screenshot

"Dukungan dari teman-teman sekalian benar-benar di luar dugaan, kami sama sekali tak mengira dana yang terkumpul bisa lebih besar tiga kali lipat dari yang ditargetkan," tulis Ananda di laman Kitabisa.

Di era revolusi industri 4.0, polisi memang tidak bisa menggebyah uyah crowdfunding dengan pendanaan politik lainnya. Crowdfunding menganut keterbukaan informasi, siapa yang galang dana, siapa yang menyumbang dan pertanggungjawaban anggaran.


Penangkapan Ananda Badudu dan Crowdfunding yang Disalahpahami


Simak Video "Ananda Badudu: Musisi dan Penggalang Dana Demo yang Ditangkap Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/afr)