Selasa, 24 Sep 2019 15:43 WIB

Grab Kibarkan Misi Baru, Manfaatkan Teknologi untuk Kebaikan

Adi Fida Rahman - detikInet
Pendiri Grab dan Menteri Sri Mulyani. Foto: Adi Fida Rahman/detikinet Pendiri Grab dan Menteri Sri Mulyani. Foto: Adi Fida Rahman/detikinet
Jakarta - Grab menetapkan misi barunya menuju tahun 2025. Mengusung 'Grab fo Good', perusahaan ride sharing ini ingin memanfaatkan teknologi untuk kebaikan.

CEO dan Co-fouder Grab Anthony Tan mengatakan sepanjang tujuh tahun ini Grab telah tumbuh dari startup kecil yang menawarkan pemesanan taksi, menjadi perusahaan yang beroperasi di delapan negara, 339 kota dan lebih dari 1.000 karyawan.

Tapi tidak puas sampai di situ, Grab berkeinginan untuk dapat bermanfaat bagi banyak orang. Tidak saja bagi pelanggan, juga bagi para mitranya.

"Di Grab kami percaya bahwa teknologi bisa menjadi kekuatan untuk kebaikan," ujar Anthony saat memaparkan misi baru Grab di Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Dari sana kemudian lahir misi Grab for Good. Sebuah program yang bertujuan untuk membuat sebuah akses untuk sejumlah komunitas di Asia Tenggara untuk menjangkau sejumlah akses krusial ke teknologi, peningkatan keterampilan dan layanan digital.

"Ada dua program yang bakal kami jalankan. Pertama akses digital, kedua akses digital dan kesetaraan untuk semua di Asia Tenggara," sebut bos Grab.

Untuk akses ekonomi, Grab ingin memberdayakan setiap orang untuk menciptakan mata pencarian yang berkelanjutan untuk diri mereka sendiri.

Cara yang dilakukan dengan meningkatkan inklusi dan literasi digital. Serta memberdayakan wirausahawan mikro dan bisnis skala kecil.
Grab Kibarkan Misi Baru, Manfaatkan Teknologi untuk KebaikanPendiri Grab Anthony Tan. Foto: Adi Fida Rahman/detikinet

Sementara untuk akses digital dan kesetaraan, Grab membuat dua inisiatif dengan membuat program pelatihan dan peningkatan keterampilan dan literasi dengan menggandeng Microsoft. Lalu membuat inisiatif Mendobrak Sunyiang yang memberikan kesempatan bagi teman tuna rungu dan keterbatasan pendengaran untuk berpatisipasi labih baik dalam ekonomi digital.

Dampak Sosial

Dalam kesempatan ini, Grab pun mengungkap laporan bagaimana pihaknya telah memberikan dampak sosial bagi masyarakat di Asia Tenggara.

Grab mengestimasi jumlah kontribusi sebesar USD 5,8 miliar atau lebih dari Rp 81,5 triliun pada perekonomian Asia Tenggara dalam 12 bulan terakhir (hingga Maret 2019).

Lebih dari 9 juta wirausahawan mikro, atau sekitar 1 dari 70 masyarakat Asia Tenggara, telah mendapatkan penghasilan melalui platform Grab dengan menjadi mitra pengemudi, mitra pengantaran, merchant ataupun agen.

Sebanyak 21% mitra pengemudi Grab tidak memiliki pekerjaan sebelum bermitra dengan Grab, dan 31% mitra agen tidak memiliki sumber pendapatan sebelum bergabung dengan Grab-Kudo.

Selain membuka peluang ekonomi, laporan ini juga menggarisbawahi bagaimana Grab telah membantu menciptakan akses yang Iebih baik kepada layanan finansial dan pembayaran digital. Sejak Grab didirikan pada tahun 2012, Grab telah membantu Iebih dari 1,7 wirausahawan mikro untuk membuka akun bank pertama mereka.

Grab juga membantu mewujudkan masa depan non-tunai di Asia Tenggara.Tingkat pembayaran non-tunai dalam platform Grab 9x Iebih tinggi dibandingkan dengan pembayaran non-tunai secara keseluruhan di Asia Tenggara.

Simak Video "Gojek Klaim Jumlah Bos Perempuannya Lebih Banyak Dibanding yang Lain"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/fyk)