Jumat, 13 Sep 2019 15:01 WIB

Pelanggan Spotify Paket Keluarga Wajib Setor Data Lokasi

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Matt Winkelmeyer/Getty Images for Spotify Foto: Matt Winkelmeyer/Getty Images for Spotify
Jakarta - Spotify memperbarui aturan mereka terkait pelanggan paket keluarga. Kini para pelanggan itu wajib memberikan akses terhadap data lokasinya.

Sejak awal, Spotify memang mensyaratkan para pelanggan paket keluarga untuk tinggal di alamat yang sama. Namun kini mereka bakal mengumpulkan data lokasi dari perangkat para penggunanya secara terus-menerus untuk memastikan kalau mereka benar-benar tinggal di alamat yang sama.

Kebijakan baru ini sudah diterapkan oleh Spotify di Amerika Serikat sejak 5 September lalu, demikian dikutip detikINET dari 9to5Mac, Jumat (13/9/2019).

Spotify juga memastikan kalau data lokasi pengguna ini hanya akan digunakan untuk memverifikasi alamat rumah, dan akan langsung dihapus setelahnya.




"Data ini akan dienkripsi dan bisa diganti oleh pelanggan jika dibutuhkan. Data lokasi ini yang dikumpulkan saat akun Premium Family dibuat hanya akan digunakan oleh Spotify untuk kebutuhan itu. Setelah verifikasi alamat rumah anggota keluarga sudah dilakukan, kami tidak menyimpan data lokasi ataupun memantau lokasi mereka setiap waktu," tulis Spotify.

Aturan baru ini mungkin diterapkan Spotify untuk mengurangi kebocoran pemasukan dari celah ini. Pasalnya, paket Premium Family ini memang mempunyai tarif yang jauh lebih murah ketimbang paket Premium biasa.

Paket Premium Family bertarif USD 15 dan bisa digunakan oleh enam orang sekaligus. Sementara paket Premium tunggal tarifnya adalah USD 10 dan hanya bisa dipakai oleh satu orang.

Laporan dari Billboard pada 2018 lalu menyebut hampir setengah dari pelanggan Premium Spotify ada di paket Premium Family ini. Maka wajar saja jika Spotify ingin menambal celah ini agar pemasukannya bisa meningkat.




Simak Video "Satu Panggung Berbagai Genre, Spotify On Stage Pecah!"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/krs)