Jangan Cuek, Pake Pengaman Dong!
- detikInet
Jakarta -
Tau gak, banyak pengguna komputer ternyata tidak terlalu peduli soal keamanan mereka dalam beraktivitas secara online. Alhasil, jutaan orang berisiko jadi korban kejahatan dunia maya yang kian marak itu.Sebuah survei yang diadakan bertepatan dengan kampanye 'Get Safe Online', mengungkap adanya ketidaktahuan pengguna akan dasar keamanan komputer. Imbasnya, jutaan orang memiliki risiko besar jadi korban cybercrime. Wuaduh!Terungkap sebanyak 83 persen dari 1000 orang responden yang disurvei, tidak melindungi dirinya sewaktu online. Sekitar 53 persen lainnya diketahui tidak mengerti atau tidak memiliki pengetahuan apapun soal keamanan personal computer (PC).Sekitar 42 persen pengguna meminta saran kepada keluarga dan teman untuk isu pengamanan sistim komputer mereka. Sekedar pengetahuan, survei ini diadakan bertepatan dengan kampanye Get Safe Online yang didukung Nation Hi-Tech Crime Unit dan Pemerintah Inggris."Kami melihat adanya peningkatan organisasi kriminal yang beralih ke sektor internet untuk melakukan aksi kejahatannya. Dan semakin banyak pula pengguna yang terkoneksi dengan bank maupun toko secara online. Untuk itu, sangat perlu memastikan bahwa apa yang kita lakukan terlindungi," ujar Sharon Lemon, Kepala Unit Kejahatan seperti dikutip detikinet dari BBC News Kamis (27/10/2005).Kampanye Get Safe Online ini merupakan inisiatif nasional yang ditujukan bagi masyarakat umum untuk melawan ketidaktahuan akan dasar keamanan komputer. Selain diprakarsai Pemerintah dan National Hi-Tech Crime Unit, kampanye ini juga didukung perusahaan seperti eBay, Microsoft, BT dan Yell.Lewat situs dan tur nasional, mereka mencoba mendapatkan simpati pengguna agar mulai membiasakan bermain aman ketika menjelajah dunia maya. Sekitar 17 persen responden mengatakan, kejahatan kriminal merupakan hal yang paling mereka takuti setiap hari. Sedang 18 persen lainnya menyatakan, justru pencuri di rumah mereka yang paling ditakuti.Sebanyak 40 persen responden mengatakan takut akan pencurian data kartu kredit atau debit yang berbuntut pencurian uang di rekening bank mereka. Meski begitu, sebanyak 85 persen orang tidak menyadari bahwa kejahatan dunia maya adalah juga masalah mereka.Sementara itu, hampir setengahnya, sekitar 49 persen responden mengatakan, perusahaanlah yang harus bertanggung jawab dan 11 persen lagi mengatakan pemerintah-lah yang harus mengatasi hal ini.Meskipun orang-orang khawatir akan ancaman kejahatan kriminal, tetapi hanya ada sekitar lebih dari 52 persen responden mengerti soal perlindungan untuk aktivitas online mereka sendiri. Dalam survei tersebut, diungkap juga bahwa perlindungan yang dibuat oleh pengguna saja belum cukup.Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut sedianya menjadi jelas, bahwa mereka tidak memanfaatkan firewall antara komputer mereka dengan dunia luar (maya-red). Sebanyak 20 persen pengguna komputer tidak memiliki software anti virus untuk mencegah program jahat yang sewaktu-waktu dapat menyusup ke dalam PC mereka.Dari pengguna yang menggunakan produk keamanan saja, hanya 14 persen yang meng-update setiap bulan, 32 persen yang meng-update per tiga bulan dan 6 persen tidak pernah meng-update program antivirus sama sekali.Sedangkan kebiasaan buruk yang ditemukan dalam penelitian, sebanyak 22 persen pengguna internet berani membuka email attachment dari orang yang tidak mereka kenal. Padahal biasanya attachment ini merupakan salah satu cara untuk menyebarkan virus, worm dan spyware. Parahnya, sekitar 9 persen responden senang untuk mengirimkan kembali attachment ini ke teman atau keluarga mereka. Waaah...
(ien/)