Rabu, 14 Agu 2019 17:14 WIB

KPI Beda Suara Terkait Netflix cs, Ada Konflik Internal?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - Internal Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) jadi sorotan menyusul adanya "beda suara" internal seputar wacana pengawasan Netflix hingga YouTube. Ada apa gerangan?

Pertanyaan seputar hal itu muncul setelah Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) periode 2019-2022 Agung Suprio melempar wacana pengawasan media-media baru/non-konvensional termasuk YouTube dan Netflix.

Pada prosesnya, Komisoner KPI Hardy Stefano menyebar pernyataan dengan nada berbeda. Ia menegaskan apa yang dikatakan Agung Suprio merupakan pernyataan personal, dan belum pernah dibahas dan diputuskan dalam rapat pleno anggota KPI.




Sehubungan dengan itu pun Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo, yang pada hari Rabu (14/8/2019) ini diserahi petisi online menolak pengawasan terhadap YouTube dan Netflix, mendapatkan pertanyaan mengenai situasi di internal pihaknya.

Apa ada konflik internal di KPI periode 2019-2022 yang baru dilantik Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara pada hari Rabu (7/8) lalu?

"Saya pikir nggak ada masalah, semua baik-baik saja di antara kami. Walaupun misalnya ada sesuatu yang ditafsirkan berbeda itu saya rasa nggak benar ya," jelas dia.




"Itu semua akan kami bicarakan, akan kami jelaskan di tanggal 21 Agustus ya. Kami semua belum kumpul di kantor ini. Jadi, tunggul tanggal 21 Agustus," ungkap dia.

Di tanggal tersebut, Mulyo berjanji KPI akan memberikan penjelasan terkait wacana pengawasan Netflix hingga YouTube yang tengah jadi pembicaraan hangat di publik ini.

"Ya, kami semua akan menjelaskan apa yang semua teman-teman berikan kritikan itu," pungkas dia.




(agt/krs)