Senin, 12 Agu 2019 18:52 WIB

YouTube Dituding Beri Perlakuan Spesial Buat yang Tenar

Anggoro Suryo Jati - detikInet
YouTube. Foto: Sean Gallup/Getty Images YouTube. Foto: Sean Gallup/Getty Images
Jakarta - YouTube dituding memberikan perlakuan spesial untuk YouTuber, atau tepatnya kreator konten populer di platform tersebut.

Perlakuan spesial tersebut terkait moderasi konten yang mereka unggah, dan tudingan ini muncul dari moderator konten di YouTube, demikian dikutip detikINET dari The Washington Post, Senin (12/8/2019).

Menurut para moderator itu, para YouTuber tenar itu tak mendapat hukuman yang sama dengan YouTuber lain jika kontennya melanggar aturan. Jadi rekomendasi dari moderator untuk menghapus iklan dari video yang melanggar aturan kerap kali diveto oleh atasannya ketika melibatkan YouTuber tenar.

YouTuber tenar yang menurut para moderator itu seringkali dianakemaskan oleh YouTube antara lain adalah Logan Paul, Steven Crowder, dan Felix 'PewDieDie' Kjellberg. Mereka setidaknya pernah mengunggah konten yang penuh pelanggaran di akun YouTubenya.


Namun hukuman dicabutnya iklan dari kanal mereka seringkali hanya terjadi sesaat karena popularitas para kreator konten itu terlalu tinggi. Dan tudingan ini pun diamini oleh sesama kreator konten, salah satunya adalah Roberto Blake.

Menurut Blake, perlakukan spesial terhadap YouTuber tenar itu seperti sebuah standar ganda. Hal ini mungkin terjadi karena mereka adalah pendulang pemasukan iklan yang besar bagi YouTube.

"Bukan hal aneh bagi para top performer di dalam organisasi (YouTube) untuk bisa bermain cepat dan menghindari aturan," ujarnya.

Bahkan bos YouTube Susan Wojcicki pun pernah mengakui hal ini, yaitu mereka punya standar berbeda untuk sebuah penghapusan video dan menghilangkan monetisasi dari video.


"YouTube punya standar lebih tinggi untuk monetisasi," ujar Wojcicki pada kreator konten YouTube bernama Alfie Deyes.

Para moderator sampai-sampai menyatakan kalau tanggung jawab mereka sebenarnya bukan pada para kreator ataupun pengguna YouTube, melainkan pada para pengiklan. Contohnya adalah ketika Logan Paul hanya menerima hukuman tanpa iklan selama dua minggu setelah memposting sejumlah video tak pantas di akunnya.

Saat itu YouTube memang memperlihatkan kepada para pengiklan kalau mereka sudah menghapus iklan pada video Paul, namun mereka memperbolehkan para pengiklan untuk kembali ke kanal Paul jika mereka memang mau.


"Seperti video Paul yang sebelumnya tidak pernah ada," ujar salah seorang moderator dalam laporan The Washington Post tersebut.

YouTube sendiri menepis tudingan ini. Mereka mengaku sudah berinvestasi cukup signifikan pada orang-orang, alat, dan teknologi yang dibutuhkan untuk meningkatkan tanggung jawab mereka.

"Kami menerapkan aturan ini secara konsisten, tak peduli siapa pun kreatornya," ujar juru bicara YouTube dalam keterangannya.



Simak Video "'Singles Day', Perayaan untuk Jomblo yang Munculkan Diskon Belanja Online 11.11"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fyk)