Kamis, 08 Agu 2019 13:21 WIB

Mitra Instagram Raup Data Jutaan Pengguna

Agus Tri Haryanto - detikInet
Aplikasi Instagram. Foto: Carl Court/Getty Images Aplikasi Instagram. Foto: Carl Court/Getty Images
Jakarta - Instagram menghentikan kerja sama dengan startup pemasaran bernama Hyp3r, setelah mereka ketahuan secara diam-diam mengumpulkan data jutaan pengguna Instagram secara tidak semestinya untuk kepentingan iklan.

Data yang dikumpulkan Hyp3r antara lain lokasi, informasi profil pengguna, hingga foto dalam rangka memberikan iklan yang sesuai atau targeted ads. Bahkan, Stories yang semestinya hilang dalam 24 jam setelah diunggah pengguna, bisa turut disimpan oleh startup yang berbasis di San Francisco, Amerika Serikat itu.



"Tindakan Hyp3r tidak disetujui dan melanggar kebijakan kami. Sebagai hasilnya, kami telah menghapusnya dari platform kami," kata juru bicara Instagram kepada Cnet sebagaimana detikINET kutip, Kamis (8/8/2019).

Terkait kejadian ini, Instagram juga telah melakukan perubahan produk untuk mencegah perusahaan lain melakukan hal yang sama, yaitu mengintip data-data privasi penggunannya.

Dalam pernyataannya, CEO Hyp3r Carlos Garcia menolak tudingan Instagram tersebut, bahwa pihaknya mengumpulkan data-data pribadi pengguna. Disampaikannya, Hyp3r mengikuti peraturan terkait privasi konsumen dan ketentuan layanan jaringan sosial.

"Kami tidak melihat konten atau informasi apapun yang tidak dapat diakses oleh publik secara online," klaim Garcia.


Pemilik Instagram, Facebook memang masih dalam sorotan terkait perlindungan data pribadi pengguna setelah kasus Cambridge Analytica, perusahaan pihak ketiga yang terbukti mengumpulkan data-data penggunanya untuk kepentingan Pilpres AS 2016.

Kasus Cambridge Analytica ini yang menyeret Founder dan CEO Facebook Mark Zuckerberg harus bersaksi di depan kongres dan perlemen Eropa untuk menjawab pertanyaan tentang penanganan data pengguna Facebook.

Simak Video "Startup 'HYP3R' Disebut Gunakan Jutaan Data Pengguna Instagram"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)